Berita

Foto/Kemnaker

Ribuan Peserta Pemagangan Diganjar Serifikat Kompetensi Dari Presiden Jokowi

KAMIS, 28 DESEMBER 2017 | 12:38 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat kompetensi pemagangan kepada 3000  peserta dan  97 pembimbing atau mentor. Juga pemberian piagam penghargaan kepada perusahaan/industri sebagai penyelenggara program pemagangan.

Sertifikat Kompetensi Pemagangan tahun 2017, secara simbolis diserahkan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12).

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya, menilai uji kompetensi yang digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan telah mendapatkan lisensi dari BNSP berjalan secara fair. Dari 6.201 orang yang mengikuti uji kompetensi pemagangan, sebanyak sebanyak 5.635 orang dinyatakan kompeten.


“Jadi yang tidak lulus 566 orang. Artinya uji kompetensi ini beneran karena ada yang tidak lulus. Kalau lulus semua, saya malah curiga, beneran ga sih. Kalau ada yang tidak lulus, berarti uji kompetensi ini benar," kata Presiden.

Dikatakan Presiden, saat ini pemerintah sedang berkonsentrasi kepada pembangunan infrastruktur karena infrastruktur merupakan hal fundamental dan sangat penting agar bisa bersaing dengan negara-negara lain. Anggaran pun difokuskan dan dikonsentrasikan di bidang infrastuktur.

Sementara di tahun 2019, pemerintah akan fokus dan konsentrasi kepada pembangunan SDM, karena untuk menjadi Negara maju tidak bisa lagi mengandalkan SDA, melainkan kuncinya di pembangunan SDM.  

“Kalau SDM kita bisa up grade, bisa keluarkan dengan kompetensi, ketrampilan yang baik. Ini lah modal kuat kita untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain dan kita miliki kemampuan untuk itu, “katanya.

Jika tahun 2017, sebanyak 5635 telah dinyatakan kompeten, Presiden mengaku telah memerintahkan Menaker Hanif untuk merancang secara serius tahun 2019 sebanyak 1,4 juta orang bisa ikut program pemagangan dan bisa memperoleh sertifikat kompetensi.

Presiden mengingatkan sertifikat kompetensi bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi justru merupakan awal dari perjalanan pemagang.

”Teruskan kembangkan kemampuan kalian, teruskan inovasi dan tunjukkan SDM Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain, “ katanya.

Dalam kesempatan sama, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan berbeda dengan program pemagangan yang dilakukan beberapa dekade lalu, pemagangan sekarang telah dibuat sistem yang lebih baik dengan ciri sebagai berikut.

Pertama program pemagangan didisain mengacu pada jabatan kerja yang didasarkan kebutuhan industri sehingga ada link and match.

Kedua program pemagangan kurikulum dan silabusnya mengacu pada standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) baik standar khusus atau standar Internasional.  

Ketiga komposisi program pemagangan terdiri dari 25 persen teori dan 75 persen praktek dilaksanakan sepenuhnya oleh industri.

Keempat, setelah selesai mengikuti pemagangan peserta mendapat sertifikat pemagangan dan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Sertifikat kompetensi ini merupakan bentuk pengakuan dari industri terkait mengenai kompetensi pemagang sehingga ini menjadi alat mereka untuk masuk ke pasar kerja.

Kelima perusahaan penyelenggara pemagangan harus punya program, kurikilum dan silabus, sarana dan prasarana serta perencana instruktur dan pembimbing.

Menurut Menaker pada hakekatnya, pemagangan merupakan suatu proses mendapatkan keterampilan atau kompetensi di tempat kerja dengan didampingi oleh pembimbing yang memiliki acuan program yang jelas.

“Melalui pemagangan peserta akan mendapatkan pengalaman kerja pada dunia kerja yang sesungguhnya, membentuk sikap mental, perilaku kerja serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga hal tersebut menjadi modal yang sangat penting bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan atau bekerja secara mandiri," katanya.

Kgiatan penyerahan sertifikat kompetensi pemagangan, kata Menaker,merupakan tindak lanjut dari kegiatan deklarasi pemagangan nasional menuju Indonesia Kompeten, yang dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 di Karawang Industrial International City (KIIC), oleh Presiden RI, dan dihadiri sebanyak 2.648 perusahaan.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melakukan percepatan dalam rangka peningkatan kompetensi tenaga kerja dan percepatan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi khususnya program pemagangan, yang dilaksanakan bekerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri, “ katanya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menambahkan Pemprov Jabar dan jajaran Pemkab/Pemkot sangat mendukung langkah pemerintah pusat dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui penyerahan sertifikat peserta pemagangan sebaga modal untuk terjun di pasar kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.
 
"Dengan demikian pencari kerja akan memiliki nikai tawar yang bagus dan juga kacamata perusahaan dapat merekruit karyawan sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Turut hadir dalam acara penyerahan seritifikasi pemagangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sektetaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. [dzk]


 

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya