Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Kepala Uni Eropa Jean Claude Juncker di tahun 2015/BBC

Dunia

Kesepakatan Brexit Bisa Jadi Model Untuk Turki

RABU, 27 DESEMBER 2017 | 08:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kesepakatan Brexit yang "cerdas" bisa menjadi model bagi hubungan masa depan Uni Eropa dengan negara-negara non-UE lainnya, termasuk Turki dan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel menjelaskan bahwa Turki dan Ukraina merupakan dua negara yang bisa mendapatkan keuntungan dari model tersebut.

Menurutnya, dia tidak melihat kemungkinan dua negara tersebut bergabung dengan Uni Eropa dalam waktu dekat, jadi diperlukan bentuk alternatif untuk kerjasama yang lebih dekat.


"Jika kita bisa mencapai kesepakatan yang cerdas dengan Inggris Raya yang menguraikan hubungannya dengan Eropa setelah Brexit, maka itu bisa menjadi model bagi negara lain," katanya seperti dimuat BBC.

Dia meramalkan bentuk persatuan bea cukai yang baru dan lebih dekat dengan Turki, asalkan situasi di negara tersebut berubah.

Hingga saat ini, hubungan masa depan Inggris dengan Uni Eropa, yang akan hengkang pada 29 Maret 2019, masih dinegosiasikan.

Kedua belah pihak sepakat bulan ini mengenai tiga isu "perceraian" yang memulai tahap pertama negosiasi yakni terkait berapa banyak hutang Inggris terhadap Uni Eropa, apa yang terjadi pada perbatasan Irlandia Utara dan apa yang terjadi pada warga negara Inggris yang tinggal di tempat lain di Uni Eropa.

Pada bulan Juni 2016, Inggris memilih dalam sebuah referendum untuk meninggalkan Uni Eropa setelah lebih dari empat dekade keanggotaan. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya