Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Program BBM Satu Harga Di Papua Sudah Berjalan Baik

SABTU, 23 DESEMBER 2017 | 21:06 WIB | LAPORAN:

Program BBM Satu Harga di Papua sudah berjalan baik. Di berbagai titik pengoperasian, masyarakat menikmati harga yang sama dengan wilayah lain di Indonesia.

Kalaupun ada kendala, di antaranya karena faktor pasokan yang memang harus ditingkatkan.

"Progam Pak Jokowi ini sudah bagus dan dijalankan dengan baik oleh Pertamina. Masyarakat sudah menikmati harga yang sama," kata Kabag Umum Setda Kabupaten Puncak Firom M. Balinal dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (23/12).


Dampak harga BBM yang sama ini, menurut Firom sangat dirasakan masyarakat Ilaga, pusat pemerintahan Kabupaten Puncak. Harga kebutuhan pokok seperti sayur di pasar menjadi lebih terjangkau, anak-anak menjadi lebih semangat dalam belajar di malam hari karena BBM untuk genset lebih murah, dan ekonomi lebih bergairah.

Kalaupun ada yang harus ditingkatkan, menurut Firom adalah penambahan pasokan. Namun dia menyadari, bahwa penerbangan ke wilayah yang berada pada ketinggian 7.500 kaki memang tidak mudah. BBM harus diangkut dengan pesawat Air Tractor yang hanya berkapasitas 4KL sekali angkut.

"Belum lagi kalau cuaca tidak bagus, risiko sangat tinggi. Apalagi, penerbangan juga melayani rute lain," kata Firom.

Seperti halnya titik lain di Papua, lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dioperasikan Pertamina di Ilaga, memang menjual dengan harga sama, yaitu Rp 6.450 untuk premium dan Rp5.150 untuk solar. Kalaupun ada yang menjual lebih tinggi, kata Firom, itu dilakukan di luar lembaga resmi yang dioperasikan BUMN tersebut.

"Pasokan memang harus ditambah. Karena, ada juga masyarakat dari luar Ilaga yang turut membeli," ujarnya.

Kebutuhan masyarakat memang tinggi. Tak jarang, antrean panjang dilakukan di berbagai lembaga resmi tersebut.

"Guna mengantisipasi hal itu, kami dari Bagian Umum Setda Kabupaten Puncak, ke depan berencana untuk memberlakukan sistem kupon," ujarnya.

Pertamina memang sudah mengoperasikan BBM Satu Harga di berbagai titik di Papua dan Maluku. Sejak 2016 hingga sekarang, total terdapat 20 titik di wilayah tersebut. Dua belas di antaranya, mulai beroperasi pada 2017. Di Papua, selain Ilaga, titik tersebut di antaranya Supiori, Tambrauw, Moswaren, Inanwatan, Paniani, Oksibil, Boven Digoel, dan Waropen.

"Program ini membuat harga BBM di sini sama seperti saudara kami di Jawa. Sejak diresmikan, harga murah itu di SPBU Pertamina terus berjalan,” kata Artaban Wanggai, warga Boeven Digoel.

Terpisah, pengamat ekonomi Universitas Cendana (Uncen) Jayapura Ferdinand Risamasu, menilai positif langkah Pemerintah dan Pertamina yang menjalankan program ini. Dan terpenting, lanjutnya, adalah faktor kelangsungan pasokan BBM itu sendiri. Selama ketersediaan itu ada, maka harga tetap sama. Namun jika tidak, tentu akan membuka peluang bagi pedagang eceran untuk menjual dengan harga tinggi.

"Karena sebagai kebutuhan sehari-hari, permintaan BBM sangat tinggi. Apalagi, bukan hanya masyarakat yang membeli namun juga pedagang eceran di luar Pertamina," kata dia.

Itulah sebabnya, Ferdinand menilai pentingnya pengawasan. Dan faktor pengawasan tersebut, lanjutnya, merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah, misal melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop).

"Itu tanggung jawab Pemda, bukan Pertamina. BUMN tersebut hanya menyalurkan melalui lembaga resmi dengan satu harga. Dan itu sudah dilakukan dengan baik," kata dia. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya