Berita

Foto/Net

Pertahanan

Kemenhan Pantau Pengadaan Alat Latihan Sekolah Militer

Tinjau AAU Adisutjipto
SABTU, 23 DESEMBER 2017 | 10:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kinerja Akademi Angkatan Udara (AAU) mulai dipantau Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Terutama terkait dengan pengecekan fisik, pengendalian program dan anggaran dari Kemenhan untuk AAU tahun 2017. Pemantauan dilakukan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhan Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja di AAU Adisutjipto, Yogyakarta, kemarin.

Marsdya TNI Hadiyan men­jelaskan program-program apa saja yang dilakukan pengecekan. Yaitu, antara lain pengadaan Alins/Alongins dan pengadaan Virtual Maintenance Training Engine And Aircraft System, Software and Hardware. Serta, pekerjaan pembangunan dan renovasi Sarpras Pendidikan AAU untuk Conseil International du Sport Military (CISM).

Turut hadir pada kesempatan tersebut mitra dan penyedia jasa program -program Kementerian Pertahanan di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta yakni PT Luxury Mahatunggal Indonesia dan PT Manggung Polah Raya.


Marsdya TNI Hadiyan mengingatkan pentingnya menger­jakan sesuatu pekerjaan dengan tepat. Setiap pekerjaan, kata dia, harus bisa tepat sasaran, kualitas, waktu dan tepat administrasi. "Karena itu setiap pekerjaan harus direncanakan secara ma­lang," ujarnya.

Dia menekankan, ketepatan-ketepatan tersebut harus bisa dapat diwujudkan, dan harus ada sinergitas dengan mitra dan penyedia jasa dalam penyelesaian program-program Kementerian Pertahahan di AAU tahun 2017.

"Saya minta pekerjaan itu dapat berjalan sesuai dengan dan waktu dan anggaran yang dikeluarkan. Jika memang ada masalah harus dicari solusinya sama-sama. Saya enggak mau ada keluhan dari pimpinan," tegas Hadiyan.

Selain itu, dia juga menying­gung soal pentingnya ketepatan administrasi dalam penyelesaianprogram-program tersebut. "Saya ingatkan harus dilengkapi ad­ministrasinya agar tidak menjadi temuan di BPK dan tim pengawas di kemudian hari. Semua urusan administrasi harus klir dan tuntas," pungkasnya. ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya