Berita

Nusantara

Alumni Olimpiade Sains Butuh Dukungan Untuk Berkarya Di Tanah Air

JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 21:42 WIB | LAPORAN:

Alumni Olimpiade Sains Nasional (OSN) membutuhkan dukungan pemerintah agar bisa terus berkarya untuk negeri.

Meski OSN telah berlangsung sejak 2002, namun hingga saat ini belum ada wadah yang menjembatani dan mendukung untuk memfasilitasi alumni untuk dapat berkolaborasi.

"Sekarang masih sangat tercecer-cecer. Kalau seandainya ada kolaborasi pasti akan lebih baik lagi. Ini mengapa perlu terus dilakukan pertemuan," ujar Ketua Panitia Konsolidasi Alumni OSN Brian Marshal di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (22/12).


Dia mengatakan, seiring semakin banyaknya alumnus pasti akan semakin banyak hasil kolaborasi yang dapat dilakukan. Dukungan dan dorongan dari pemerintah agar alumni dapat berkarya di dalam negeri menjadi hal yang sangat dibutuhkan, khususnya bagi mereka yang telah bersekolah di luar negeri agar mau kembali ke Tanah Air.

"Ini momen sudah ada, ekonomi Indonesia semakin baik, semakin banyak juga yang pada akhirnya memutuskan untuk kembali. Namun, dukungan dan dorongan semangat dari pemerintah juga masih sangat dibutuhkan untuk memacu semangat alumni berkarya di dalam negeri," jelas Brian.

Hadir dalam acara tersebut Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho yang justru menekankan hal yang mendasar, yakni komunikasi antara alumni dan pemerintah yang mampu mendorong hasil lebih baik.

Dia memiliki harapan konsolidasi alumni OSN harus dimanfaatkan dengan baik oleh kedua pihak, baik pemerintah maupun sesama alumnus. Dengan begitu, komunikasi akan dapat berlanjut dan dapat menghasilkan sebuah inovasi atau kemajuan dalam berbagai bidang pengetahuan.

"Jadi, ini jangan sekadar kangen-kangenan tapi juga harus jadi awal pengumpulan pemuda-pemudi berprestasi untuk dapat didorong untuk membantu negara dalam berbagai bidang," ujar Yanuar.

Menurutnya, kegiatan temu alumni diharapkan dapat menjadi awal terciptanya komunikasi antara alumni dan pemerintah. Dengan begitu, berbagai keluaran program dan inovasi positif dapat dihasilkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengatakan, kebutuhan akan sumber daya manusia yang menekuni dunia sains, khususnya ilmu eksakta sangat besar di Indonesia. Minimnya tenaga ahli di bidang eksakta serta banyaknya ahli yang memutuskan bekerja di luar negeri semakin memperparah kondisi tersebut.

"Pada dasarnya minat di bidang sains luar biasa. Jumlah siswa SMA IPA itu mendekati 70 persen, hanya 30 persen yang IPS. Hanya memang infrastruktur di sekolah dan sarana pendukung banyak jauh tidak memadai," jelas
Muhadjir.

Namun, banyaknya siswa SMA di bidang IPA tersebut tidak sejalan dengan jumlah mahasiswa eksakta. Jumlah itu menjadi berbanding terbalik karena hampir 70 persen mahasiswa di Indonesia saat ini berkuliah di jurusan ilmu sosial.

"Mungkin ke depan diharapkan akan dapat dibuat kebijakan untuk tidak membolehkan siswa IPA mengambil kuliah sosial. Saya sudah bicarakan dengan Menristek karena memang SDM IPA yang banyak dibutuhkan Indonesia," ujar Muhadjir.

Untuk ajang temu alumni OSN, Muhadjir mengaku sangat mendukung agar kegiatan dapat terus dilaksanakan. Di masa depan, jalinan komunikasi antar ikatan alumni dan pemerintah akan terus ditingkatkan untuk dapat mendukung dan mendorong mereka agar berkarya di Tanah Air. [wah] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya