Berita

Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Partai Pendukung Emil Mulai 'Dipreteli' Golkar

Ajak PKB Gabung Di Pilgub Jabar
JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 10:48 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai pendukung Ridwan Kamil sepertinya mulai 'dipreteli.' Pasca Partai Golkar mencabut dukungan kepada Kang Emil, kini partai beringin ini mulai bergerilya mendekati partai pengusung Emil.

Saat ini, Golkar ingin mengajak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergabung di Pilgub Jabar. Padahal, partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini bersama Partai Nasdem dan PPP sudah resmi mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.

Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengajak PKB duduk bersama bahas Pilgub Jabar 2018 setelah Golkar menarik dukungan kepada Emil, sapaan akrab Walikota Bandung. "Mengenai perkembangan Pilgub Jabar saya mengajak PKB duduk satu meja bersama-sama membahas Pilgub Jawa Barat dalam posisi kita memiliki posisi sederajat," kata Dedi usai Munaslub Golkar di Jakarta.


Dedi mengatakan dialog dengan posisi sederajat diper­lukan sehingga Pilgub Jabar bisa berjalan efektif dan selu­ruh kepentingan masyarakat dijawab dengan gaya politik cerdas yang bisa memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat. "Duduk bersama itu sangat penting untuk mem­baca kemungkinan terjadi mengingat konstelasi di Pilgub Jabar masih sangat terbuka, belum ada satu pun pasangan calon sudah menetapkan diri," jelas Bupati Purwakarta itu.

Dedi mengatakan, keputu­san Golkar menarik dukungan kepada Emil membuka ruang bagi semua partai untuk mem­bicarakan pilgub secara tepat.

Menurutnya mencalonkan gubernur tidak ada maknanya jika perahu atau tiket perolehan kursi DPRD Jabar minimal 20 persen tidak terpenuhi. "Dari awal saya menyampaikan jan­gan dulu bicara orang. Bicara lah tentang perahunya, baru isinya. Siapa isinya didasarkan pada terakomodirnya selu­ruh kepentingan masyarakat. Tentunya kita tidak memung­kiri partai juga punya kepent­ingan untuk menjaga eksistensi dirinya dan elektabilitas kepar­taiannya," ujarnya.

Menurut dia, pintu koalisi antarpartai di Pilgub Jabar masih terbuka lebar. Partai pengusung Ridwan Kamil lainnya juga memiliki pelu­ang mencabut dukungannya. Bahkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewarning akan mencabut dukungan jika Emil memilih Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai pendampingnya di Pilgub Jabar 2018.

"Jika pilihannya Kang Emil ke Kang Uu, dipastikan PKB check out dari dukungannya," ujar Sekertaris DPW PKB Jawa Barat, Sidkon Djampi.

Menurut Sidkon, tarik du­kungan merupakan kehendak dari para kyai atau ajengan dan arus bawah, para kader di tingkat kabupaten, kecamatan hingga ranting.

Sidkon mengatakan, PKB menginginkan Emil didampingi kader internal dari par­tainya. Mereka beralasan, jumlah suara PKB lebih besar dari PPP. Selain itu, jumlah kursi PKB di Jabar tidak jauh beda dengan PPP.

"Bahkan beberapa kader PKB jauh-jauh hari sudah me­nata jaringan ke bawah, seperti Kang Syaiful Huda, dan Kang Maman, sayang jika kader po­tensial itu tidak bisa mendamp­ingi kang Emil," tuturnya.

Sementara, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengakubakal mengumumkan calon pen­dampingnya pada pekan ini. "Kalau lancar, saya janji, Insya Allah lusa (akan diumumkan Rabu). Tidak lepas dari enam nama," ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (18/12).

Adapun keenam bakal calon pendamping dimaksud adalah Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa, anggota DPR dari PKB Maman Immanulhaq, dan Ketua DPW PKB Jabar Jawa Syaiful Huda.

Sementara dari Partai Golkar ada anggota DPR Daniel Muttaqien, dari PPP ang­gota DPR Asep Maoshul, dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya