Partai pendukung Ridwan Kamil sepertinya mulai 'dipreteli.' Pasca Partai Golkar mencabut dukungan kepada Kang Emil, kini partai beringin ini mulai bergerilya mendekati partai pengusung Emil.
Saat ini, Golkar ingin mengajak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergabung di Pilgub Jabar. Padahal, partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini bersama Partai Nasdem dan PPP sudah resmi mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.
Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengajak PKB duduk bersama bahas Pilgub Jabar 2018 setelah Golkar menarik dukungan kepada Emil, sapaan akrab Walikota Bandung. "Mengenai perkembangan Pilgub Jabar saya mengajak PKB duduk satu meja bersama-sama membahas Pilgub Jawa Barat dalam posisi kita memiliki posisi sederajat," kata Dedi usai Munaslub Golkar di Jakarta.
Dedi mengatakan dialog dengan posisi sederajat diperÂlukan sehingga Pilgub Jabar bisa berjalan efektif dan seluÂruh kepentingan masyarakat dijawab dengan gaya politik cerdas yang bisa memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat. "Duduk bersama itu sangat penting untuk memÂbaca kemungkinan terjadi mengingat konstelasi di Pilgub Jabar masih sangat terbuka, belum ada satu pun pasangan calon sudah menetapkan diri," jelas Bupati Purwakarta itu.
Dedi mengatakan, keputuÂsan Golkar menarik dukungan kepada Emil membuka ruang bagi semua partai untuk memÂbicarakan pilgub secara tepat.
Menurutnya mencalonkan gubernur tidak ada maknanya jika perahu atau tiket perolehan kursi DPRD Jabar minimal 20 persen tidak terpenuhi. "Dari awal saya menyampaikan janÂgan dulu bicara orang. Bicara lah tentang perahunya, baru isinya. Siapa isinya didasarkan pada terakomodirnya seluÂruh kepentingan masyarakat. Tentunya kita tidak memungÂkiri partai juga punya kepentÂingan untuk menjaga eksistensi dirinya dan elektabilitas keparÂtaiannya," ujarnya.
Menurut dia, pintu koalisi antarpartai di Pilgub Jabar masih terbuka lebar. Partai pengusung Ridwan Kamil lainnya juga memiliki peluÂang mencabut dukungannya. Bahkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewarning akan mencabut dukungan jika Emil memilih Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai pendampingnya di Pilgub Jabar 2018.
"Jika pilihannya Kang Emil ke Kang Uu, dipastikan PKB check out dari dukungannya," ujar Sekertaris DPW PKB Jawa Barat, Sidkon Djampi.
Menurut Sidkon, tarik duÂkungan merupakan kehendak dari para kyai atau ajengan dan arus bawah, para kader di tingkat kabupaten, kecamatan hingga ranting.
Sidkon mengatakan, PKB menginginkan Emil didampingi kader internal dari parÂtainya. Mereka beralasan, jumlah suara PKB lebih besar dari PPP. Selain itu, jumlah kursi PKB di Jabar tidak jauh beda dengan PPP.
"Bahkan beberapa kader PKB jauh-jauh hari sudah meÂnata jaringan ke bawah, seperti Kang Syaiful Huda, dan Kang Maman, sayang jika kader poÂtensial itu tidak bisa mendampÂingi kang Emil," tuturnya.
Sementara, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengakubakal mengumumkan calon penÂdampingnya pada pekan ini. "Kalau lancar, saya janji,
Insya Allah lusa (akan diumumkan Rabu). Tidak lepas dari enam nama," ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (18/12).
Adapun keenam bakal calon pendamping dimaksud adalah Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa, anggota DPR dari PKB Maman Immanulhaq, dan Ketua DPW PKB Jabar Jawa Syaiful Huda.
Sementara dari Partai Golkar ada anggota DPR Daniel Muttaqien, dari PPP angÂgota DPR Asep Maoshul, dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum. ***