Berita

Rohingya/Net

Global

Pimpin Kampanye"Pembersihan Etnis" Rohingya, Jenderal Myanmar Ini Masuk Daftar Hitam AS

JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 11:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat memberi sanksi kepada seorang jenderal Myanmar yang dituduh memimpin kampanye pembersihan etnis terhadap orang-orang Rohingya.

Dia adalah Maung Maung Soe. Jenderal itu termasuk di antara sejumlah tokoh dunia yang masuk daftar hitam oleh Amerika Serikat karena tuduhan hak asasi manusia dan korupsi.

Dalam pernyataannya, Departemen Keuangan AS mengatakan Maung Maung Soe mengawasi operasi militer di Negara Bagian Rakhine di Birma (Myanmar) yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang meluas terhadap warga sipil Rohingya.


Krisis di Myanmar telah melihat lebih dari 650.000 orang Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh sejak Agustus lalu.

Eksodus tersebut dimulai awal tahun ini ketika tentara Myanmar melancarkan operasi kontra-pemberontakan di negara bagian Rakhine utara setelah gerilyawan menyerang pos polisi dan membunuh anggota pasukan keamanan.

Militer Myanmar mengatakan bahwa pihaknya memerangi militan Rohingya dan menyangkal menargetkan warga sipil. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya