Berita

Ridwan Kamil/Net

Politik

PILKADA JABAR 2018

Ancaman PKB dan PPP "Lepas" Kang Emil Cuma Untuk Naikkan Posisi Tawar

KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 23:44 WIB | LAPORAN:

Dukungan terhadap Ridwan Kamil dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018 oleh PKB dan PPP diyakini bakal mencapai titik temu. Beda pendapat antara kedua partai berbasis agama soal pendamping Kang Emil itu juga dipastikan berujung kompromi.

"Saya yakin partai-partai ini (PPP dan PKB) masih punya harapan besar kepada Kang Emil karena parpol ukurannya kemenangan. Sampai saat ini Kang Emil yang paling berpeluang untuk memenangkan Pilgub Jabar,” jelas pengamat politik dari Universitas Padjajaran Bandung, Firman Manan, Kamis (21/12).

Kang Emil akan menghadapi masalah pelik terkait penentuan calon pendampingnya pada Pilgub Jabar. Salah satu partai pengusungnya, PKB menolak memilih politisi PPP, Uu Ruzhanul Ulum sebagai wakil Kang Emil. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menawarkan jalan tengah dengan memilih calon alternatif dari luar partai.  


PPP tak setuju dengan usulan tersebut. Mereka tetap keukeuh Uu Ruzhanul Ulum,  yang saat ini menjabat Bupati Tasikmalaya berpasangan dengan Kang Emil.  

Perbedaan tersebut, jelas Firman, sah-sah saja dalam politik. Kedua partai, lanjutnya, pasti memiliki kepentingan politik masing-masing.

"Pada akhirnya harus dicari alternatif yang disepakati. Kalau yang satu mendapat insentif, kemudian, yang lain juga harus kita carikan insentifnya,” kata dia.

Nah, sementara ancaman penarikan dukungan oleh PPP dan PKB dirasa Firman hanya untuk menaikkan daya tawar. "Posisi tawar itu semakin menaikan konsensi yang didapat,” ujarnya.

Di sisi lain, Firman amat yakin, negosiasi Kang Emil dengan pimpinan PPP dan PKB akan membuahkan hasil. Sehingga dia tak terhambat untuk mendaftar sebagai kontestan Pilgub Jabar.  

Kang Emil, kata dia, akan bersaing dengan dua kandidat gubernur lain pada Pilgub nanti. Salah seorang diantaranya, diajukan oleh koalisi yang dibangun oleh PDI Perjuangan dan Golkar.  

"Pasangan ketiga itu yang belum pasti. PKS dan Demokrat punya calon Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu, Wakil Wali Kota Bekasi, tapi Gerindra mencoba menarik PKS dan mengajukan Mayjen (Purn) Sudrajat (Mantan Kapuspen TNI) berpasangan dengan partai koalisinya,” katanya. [sam]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya