Berita

Ilustrasi/net

Pertahanan

TNI Butuh Peralatan Lebih Canggih

KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 17:22 WIB | LAPORAN:

Semua prajurit TNI, termasuk Marinir, harus melaksanakan tugas dengan profesionalisme tinggi, berkarakter dan dekat dengan rakyat, tanpa memandang besar kecilnya tugas.

"Prajurit TNI harus melaksanakan yang terbaik dalam menghadapi tugas-tugas sekecil apapun demi kehormatan dan kepentingan bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai," ujar Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Kesatrian Marinir Hartono, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (21/12).

Melihat perkembangan strategis dunia saat ini, Hadi menilai banyak permasalahan serius yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Dia menyebut di antaranya adalah pencurian ikan, penebangan kayu secara ilegal, penyelundupan narkotika, sampai penyelundupan orang.


"Semua itu tidak bisa kita biarkan. Harus dihentikan. Untuk itu marilah kita sama-sama kita mengantisipasi apa yang sedang terjadi dewasa ini," ajaknya.

Terkait upaya mencegah kejahatan-kejahatan tersebut, Marsekal Hadi menegaskan TNI perlu peralatan lebih canggih untuk pengawasan, penjagaan, pengamatan alias surveillance. Contohnya adalah UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau pesawat tanpa awak yang memiliki kemampuan jangkauan lebih tinggi.

"Sehingga memungkinkan kita menyampaikan kepada pasukan kita ada di laut, di darat, untuk segera eksekusi," jelasnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya