Berita

Nusantara

Tanah Abang Dirombak Dalam Dua Tahap, Ini Penjelasan Anies

KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 15:58 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mematangkan konsep baru dalam penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pusat perdagangan busana dan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu kembali semrawut setelah pergantian pimpinan di Provinsi DKI Jakarta.

"Nanti ada sinergi antara sejumlah moda transportasi massal dan pusat perdagangan di kawasan Tanah Abang. Sehingga semakin tertata dan menjadi downtown Jakarta di masa depan. Ada tahap jangka panjang dan pendek," kata Anies saat memaparkan konsep penataan kawasan Tanah Abang bertajuk #SinergiTanahAbang, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/12).

Dijelaskan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, dalam jangka pendek Pemprov Jakarta akan memberlakukan penutupan satu sisi Jalan Jati Baru di depan pintu lama Stasiun Tanah Abang untuk lokasi berjualan para pedagang kaki lima (PKL).


"Ada 400 tenda yang disiapkan bagi para PKL, yang terbagi atas tenda dagangan kuliner sebanyak 115 buah dan tenda dagangan non-kuliner sebanyak 265 buah," jelasnya.

Selama penutupan jalan diberlakukan, sisi Jalan Jati Baru lainnya akan digunakan sebagai jalur shuttle bus yang disediakan PT Transjakarta secara gratis bagi warga. Pengunjung Tanah Abang dapat mengelilingi kawasan tersebut dengan mudah menggunakan bus itu.

Enam titik pemberhentian bagi shuttle bus yang mengitari Tanah Abang yakni Halte Stasiun Tanah Abang, Halte Blok G, Halte Blok C, Halte Auri Tanah Abang, Halte Blok E, dan Halte Fly Over.

"PT Transjakarta menyiapkan 10 shuttle bus dilengkapi stiker Tanah Abang Explorer. Satu unit bus dapat menampung 66 penumpang," tambahnya.

Anies juga menerangkan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan rekayasa lalu lintas selama penutupan berlangsung.

"Kondisi ini sifatnya hanya sementara waktu, hingga tahap kedua atau jangka panjang dapat diterapkan yakni pembangunan kawasan Tanah Abang sebagai Transit Oriented Development (TOD)," jelasnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya