Berita

Foto/Net

Nusantara

Tanpa Penguatan SDM, Infrastruktur Papua Tidak Banyak Berguna

KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 12:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pembangun infrastruktur di Papua mengalami banyak kemajuan selama pemerintahan Jokowi-JK. Akses transportasi yang dibuka, baik darat, laut maupun udara, telah memudahkan akses mobilitas masyarakat Papua.

Mobilitas yang semakin mudah ini diyakini Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Papuan, Ferdinando Solossa akan membuka peluang peningkatan kesejahteraan di tanah Papua.

"Rakyat Papua sekarang ini sudah merasakan hadirnya pemerintah di sana, dimana selain akses yang makin terbuka, juga normalisasi harga kebutuhan pokok dan BBM," urainya dalam diskusi bertajuk 'Sosialisasi Pembangunan Pemerintah di Papua' di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Rabu kemarin (20/12).


Perwakilan dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang hadir dalam acara itu, Wawan Fahrudin menjelaskan bahwa perhatian pada pembangunan di Papua merupakan bagian dari upaya implementasi nilai-nilai Pancasila.

"Terutama pengalaman sila kelima dan dalam rangka penguatan sila ketiga, persatuan Indonesia," singkat tenaga madya UKP-PIP itu dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (21/12).

Sementara itu seperti dilansir dari KantorBeritaPemilu.com, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ali Muthohirin menilai bahwa percepatan infrastruktur di Papua akan menjadi hal yang percuma jika tidak dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) warga Papua.

Atas alasan itu ia berharap agar pembangunan yang pesat itu diimbangi dengan pembangunan manusia, utamanya orang Papua asli.

"Pembangunan infrastruktur tanpa dibarengi dengan pembangunan supra struktur-pembangunan SDM-akan tidak banyak berguna. Penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan yang disertai dengan integritas dan moralitas menjadi faktor yang penting untuk mengejar ketertinggalan Papua dengan daerah-daerah lain di Indonesia," tutupnya. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya