Berita

Damian Green/Reuters

Global

PM Inggris Paksa Wakilnya Mundur Karena Skandal Pornografi

KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 09:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Inggris Theresa May memaksa wakilnya, Damian Green untuk mengundurkan diri pada Rabu (20/12).

Hal itu dilakukan pasca penyelidikan internal menemukan bahwa dia telah membuat komentar yang menyesatkan tentang pornografi yang ditemukan di komputer di kantor parlemennya.

Pengunduran diri salah satu sekutu May yang paling terpercaya yang telah membantu menenangkan partainya yang sangat terpecah, merupakan pukulan bagi May di tengah upayanya untuk membawa Inggris dalam proses Brexit yang rumit.


Green ditunjuk sebagai sekretaris negara pertama enam bulan yang lalu dalam upaya untuk menopang kinerja May sebagai Perdana Menteri.

Tapi masa depan Green diragukan lagi ketika surat kabar Sunday Times melaporkan bulan lalu bahwa polisi pada tahun 2008 telah menemukan pornografi di komputer kantornya di Gedung Parlemen. Sebagai tanggapan, Green mengatakan bahwa ceritanya tidak benar.

Sebuah tinjauan, yang diminta oleh May dan dilakukan oleh pejabat pemerintah senior, menyimpulkan bahwa pernyataan Green yang menyebut bahwa dia tidak mengetahui bahwa materi tidak senonoh telah ditemukan di komputer adalah menyesatkan dan tidak akurat.

Tinjauan tersebut menemukan bahwa dia telah melanggar peraturan yang mengatur perilaku menteri.

"Saya menyesal telah diundurkan dari pemerintah menyusul pelanggaran Kode Menteri, yang saya minta maaf," kata Green dalam sebuah surat kepada May, yang mengatakan bahwa dia telah menerima pengunduran dirinya dengan sangat menyesal seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya