Berita

Foto/Net

Nusantara

ICW: Mending Anies-Sandi Perkaya Data Dan Informasi

RABU, 20 DESEMBER 2017 | 21:10 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk mengupload video rapat pimpinan (Rapim) secara utuh tanpa harus disortir atau dipilih-pilih.

Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik (MPP) Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri menilai video Rapim dengan apa adanya merupakan cara ampuh untuk menyampaikan trasnparansi dalam keputusan penting menyangkut kepentingan publik atau proyek besar diambil Pemprov DKI.

Selain itu menurut Febri, video Rapim tanpa sortiran dapat mencuri simpati pihak yang selama ini menentang kebijakan Anies-Sandi.


"Bagaimanapun juga di upload itukan juga bagus ya. Kelompok-kelompok yang kontra selama inikan kalau melihat video Rapim di upload apa adanya ya barangkali bisa meraih dukungan," katanya.

Lebih lanjut, Febri menilai agar dalam video Rapim dapat berjalan dinamis Anies dan Sandi disarankan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi data dan informasi. Pasalnya di era sebelumnya, Gubernur sangat menggikuti perkembangan yang ada.

Menurut Febri jika nantinya video Rapim disortir, maka akan menjadi pertanyaan publik. Sebab video Rapim sangatlah penting, karena gubernur dan wakil gubernur merupakan unsur pemerintahan daerah yang paling sering melakukan tindak pidana korupsi.

Terutama, pada tingkat perizinan proyek besar yang biasanya menjadi wilayah kewenangan gubernur dan wakil gubernur.

"Jamannya Ahok dulu kan begitu (diupload utuh), kalau sekarang ini enggak ada atau berkurang kan ini jadi pertanyaan," pungkasnya.

Diketahui, Pemprov DKI tengah mengkaji untik merevisi peraturan gubernur (Pergub) Nomor 159 Tahun 2016 tentang Penayangan Rapat Pimpinan dan Rapat Kedinasan Pengambilan Keputusan Terkait Pelaksanaan Kebijakan Pada Media Berbagi Video.

Dimana dalam revisi tersebut, Pemrov ingin video Rapim dan Rapat Kedinasan Pengambilan Keputusan Terkait Pelaksanaan Kebijakan di sortir sebelum diunggah di media sosial berbagi video, YouTube.

Beberapa waktu lalu, Pemprov DKI bahkan sempat menyetop untuk mengupload video Rapim ke YouTube. Pasalnya, salah satu video Rapim justru menjadi bahan ejakan atau di-bully warganet. Mereka mengejek omongan darin Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno yang kerap berbicara dengan menyelipkan bahasa Inggris. [nes] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya