Berita

Foto/Net

Bibit Padi Inpari 33 Dan 32 Jadi Favorit Petani NTB

RABU, 20 DESEMBER 2017 | 14:56 WIB | LAPORAN:

. Bibit padi jenis Inpari 33 dan 32 sangat digemari Petani di Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Demikian dikatakan oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbang Kementerian Pertanian NTB, Saleh Mokhtar dalam acara Panen Padi Bersama di hamparan Padi Kelompoktani Lembu Sari, Desa Narmada, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Rabu (20/12).

"Panen telah dimulai sejak hari Sabtu kemarin (16/12) di hamparan seluas 22 hektar dari luasan 100 hektar. Panen dilaksanakan dengan combine harvester. Teknologi budidaya padi yang diterapkan Kelompoktani Lembu Sari adalah Teknologi Jajar Legowo Super, dengan varietas Inpari 33, Inpari 32, dan inpari 30," ujar Mokhtar.


Dia menjelaskan bila produktivitas yang dicapai berdasarkan hasil ubinan bibit padi jenis Inpari 33 sebesar 9,8 ton per hektar, inpari 32 sebesar 8,05 ton per hektar dan inpari 30 sebesar 7,0 ton per hektar.

Mokhtar menambahkan bila petani di Desa Narmada sudah dua musim ini menggunakan dua varietas bibit padi tersebut. Untuk menunjang peningkatan produktivitas beras selama periode itu juga teknologi  budidaya padi Jarwo Super

"Petani merasakan adanya kenaikan produktivitas padinya yang signifikan, sebelum menerapkan teknologi Jarwo Super produktivitas padi maksimal hanya mencapai 5,5-6 ton/ha. Safari panen berikutnya di NTB akan dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa mulai dari Kota Bima dan Dompu," pungkasnya.

Panen padi di Desa Narmada dihadiri oleh sejumlah pejabat, diantaranya Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat, Danramil Narmada, Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Kepala UPT Pertanian Kec. Narmada, Koordinator Penyuluh, Babinsa se-Kecamatan Narmada, Babinkantibmas Narmada, Penyuluh dan Peneliti BPTP Balitbangtan NTB, petani anggota Kelompoktani Lembu Sari, dan PKK Desa Narmada. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya