Berita

Foto: Istimewa

Politik

Di Rapimnas III, PPP Djan Enggan Pasang Foto Dukungan Jokowi

RABU, 20 DESEMBER 2017 | 14:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PPP Muktamar Jakarta menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III pekan ini.

Rapimnas yang diikuti oleh perwakilan 32 daerah ini tidak nampak foto dukungan terhadap Joko Widodo (Jokowi) sebagaimana biasa.

Menurut ketua Panitia acara Rapimnas PPP Yunus Razak, tidak adanya foto Jokowi sebagai bentuk kekecewaan atas respon pemerintah yang tidak juga mengindahkan putusan Mahkamah Agung (MA).


"Mohon maaf, atas masukan umat Islam foto Pak Jokowi tidak ada di banner acara sebagimana biasa. Ini respons atas tidak diindahkannya putusan MA oleh Menkumham selaku perwakilan pemerintah," kata Yunus di acara rapimnas, Jakarta, Rabu (20/12) seperti keterangan yang diterima redaksi.

Ia menambahkan bahwa PPP adalah partai Islam yang sudah mengikuti 9 kali pemilu. Namun setelah pemilu 2014 ada proses penghancuran terhadap partainya ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Menkumham atas hasil muktamar Surabaya.

"Inilah proses awal penghancuran oleh pemerintah melalui Menkumham," ucap Yunus.

Yunus melanjutkan, pemerintah seperti telah mengaktifkan bom waktu kepada partainya, tujuannya adalah penghancuran tidak dapat mengikuti pemilu selanjutnya.

"Fakta diatas menunjukkan ada skenario besar yang ingin PPP lenyap, hilangnya partai berbasis Islam di politik Indonesia," pungkasnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya