PT Freeport Indonesia (PTFI) meresmikan program listrik masuk kampung di wilayah tiga kampung yakni Omawita, Fanamo dan Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua, beberapa waktu lalu.
Kegiatan dilakukan pertama kali di Kampung Fanamo dan Omawita, dan setelah itu dilanjutkan ke kampung Otakwa.
Acara peresmian diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pastor Hadrianus Wardjito dan dihadiri warga. Dilanjutkan menghidupkan saklar lampu bersama-sama secara simbolis oleh Manager Community Economic Development (CED) PTFI, Yohanes Bewahan dan Kepala Distrik (Kadistrik) Mimika Timur Jauh, Yan Muabai di Pendopo Pastoran Omawita dan Otakwa.
Dari 326 unit rumah yang telah menikmati listrik, di antaranya 219 unit rumah berada di dua Kampung Omawita dan Fanamo, 107 unit rumah berada di Kampung Otakwa.
Menurut Manager CED PTFI, Yohanes Bewahan dalam sambutannya mengatakan total ada sembilan unit genset dengan kapasitas 5 ribu KVA yang diberikan oleh PTFI.
“Genset ini kami hibahkan sepenuhnya kepada masyarakat tiga kampung ini, karena kami tahu bahwa listrik ini merupakan suat kebutuhan yang sangat fundamental karena dengan sdanya listrik ini akan mendukung kemajuan warga lebih khusus untuk pendidikan anak-anak disini,†kata Yohanes.
Yohanes berharap, fasilitas yang ada ini dapat dijaga dengan baik sehingga bisa digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan bersama. Karena fasilitas ini sudah ditunggu sejak lama jadi harus dijaga agar tetap beropoperasi sehingga mampu menunjang kemandirian masyarakat di tahun-tahun mendatang.
"Kami sudah lama tinggal dalam kegelapan, dan hari ini kami sudah bisa menikmati penerangan. Semoga tidak ada kerusakan yang membuat kami harus kembali ke kota lagi untuk memperbaiki genset ini,†kata Kepala Kampung Fanamo, Fitalis Ipi di hadapan warganya.
Sementara itu, Kepala Kampung Otakwa, Daniel Biuparo mengaku sangat gembira dengan adanya kerjasama ini.
"Ada bukt-bukti nyata yang diterima masyarakat. Semoga kerjasama ini terus berlanjut dan kampung kami semakin ada perubahan," ucap Daniel.
Satu unit genset dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk 35-40 unit rumah. Untuk pengoperasian dan perawatan genset ini selanjutnya akan diserahkan kepada Kadistrik Mimika Timur Jauh, untik dikelola oleh kepala kampung setempat.
Pemuda kampung yang telah mendapat pelatihan sebelumnya dipercaya menjadi operator genset ini ke depannya.
"PTFI melalui Tim CED masih tetap melakukan pendampingan, terutama untuk bantuan transportasi bahan bakar genset dari Timika ke tiga Kampung," kata Yohanes.
[san]