Berita

Foto/Net

Nusantara

Elektabilitas Petahana Bisa Tergerus Kasus Korupsi E-KTP

Konstelasi Pilgub Jawa Tengah
SELASA, 19 DESEMBER 2017 | 11:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Incumbent atau petahana Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo digoyang kasus dugaan korupsi e-KTP. Tapi, elektabilitas Ganjar diklaim elite PDIP makin meroket dan sulit dikalahkan di Pilgub Jateng 2018. Tapi, Ganjar bisa keok jika berstatus tersangka.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai, PDIP saat ini sedang bimbang dalam menentukan calon Gubernur Jateng, meski Ganjar sebagai petahana, sulit dikalahkan. Hal itu disebabkan karena Ganjar menjadi saksi pada kasus E-KTP dan bahkan kerap disebut-sebut dalam beberapa persidangan.

"PDIP sepertinya sedang galau merekomendasikan Ganjar untuk maju kembali di Pilgub Jateng. Sejak awal kasus E-KTP muncul, Ganjar selalu disebut-sebut dan diduga menerima aliran dana E-KTP," kata Ujang kepada Rakyat Merdeka, ke­marin. Tentu saja, lanjut Ujang, jika dalam kondisi ini Ganjar disebut-sebut ikut terlibat kasus E-KTP, maka akan membahaya­kan Ganjar dan PDIP, karena akan membentuk persepsi kurang baik di mata publik.


"PDIP bisa kena imbasnya, karena dianggap partai tidak ber­sih dari korupsi," ujar pengamat politik dari Alumni Universitas Indonesia ini.

Dengan kondisi ini, jelasnya, tentu akan menguntungkan calon lainnya seperti Sudirman Said atau calon Gubernur Jateng lainnya. "Jika Ganjar terus disebut-sebut dalam pusaran kasus E-KTP, ini dapat membuat peluang calon lain untuk menang. Artinya, Ganjar bisa dikalahkan jika statusnya tersangka," jelasnya.

Sudirman, lanjut Ujang, bisa memanfaatkan peluang itu dan menyegarkan ingatan masyarakat Jateng soal upayanya membongkar kasus 'Papa Minta Saham'. "Sudirman Said kalau mau menang bisa ingatkan kembali rakyat Jateng tentang upayanya membongkar kasus 'Papa Minta Saham.' Ini bisa meningkatkan elektabilitas Sudirman dan bahkan bisa memenangkan pertarungan," ungkapnya.

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang M Yulianto memprediksi calon petahana Ganjar Pranowo bakal bersaing ketat dengan Bupati Kudus Musthofa untuk berebut rekomendasi PDI Perjuangan se­bagai balon Gubernur Jateng.

Jika dilihat dari tingkat elektabilitas para kandidat guber­nur yang mendaftar melalui PDIP, lanjut dia, terdapat nama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Kudus Musthofa di posisi pertama dan kedua.

Ganjar, lanjutnya, merupakan petahana yang sudah memer­intah hampir lima tahun pada periode pertama itu. Sementara, Musthofa merupakan bupati dua periode dengan berbagai prestasi dalam membangun Kudus.

Sementara, Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto mengakui, elekta­bilitas Ganjar jelang pilgub meningkat signifikan pada pe­kan pertama Desember 2017. Peningkatan keterpilihan itu menjadi perhatian PDIP karena Ganjar sering dikaitkan dengan kasus mega korupsi e-KTP.

"Dengan fakta ini, Ganjar menjadi incumbent yang sulit dikalahkan," kata Bambang.

Hasil survei diterima PDIP, jelas Bambang, Ganjar naik signifikan. Yang dulu tingkat keterpilihan 46,1 persen, seka­rang di atasnya. Tapi, Bambang menolak menyampaikan kenaikan prosentase tingkat keterpilihan Ganjar. "Biar pihak lain juga survei sendiri," ucap Bambang.

Terkait kasus E-KTP, Bambang mengatakan, status Ganjar saat ini sebagai saksi. Bambang meyakini, kasus membelit Ganjar ini akan berakhir sebagai saksi.

"Banyak yang dijadikan sak­si oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan berakhir sebagai saksi saja. Ganjar hanya bisa dikalahkan jika statusnya dalam kasus e-KTP meningkat jadi tersangka," jelasnya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya