Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Trump Sebut China Dan Rusia Pesaing Dalam Strategi Keamanan Nasional AS

SELASA, 19 DESEMBER 2017 | 10:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan strategi keamanan nasional terbaru awal pekan ini (Senin, 18/12).

Trump, dengan prinsip "America First"-nya, berjanji untuk mengutamakan kepentingan warga Amerika Serikat pada berbagai isu, termasuk memerangi terorisme, meningkatkan kontrol perbatasan, menerapkan kebijakan imigrasi yang ketat, dan mempromosikan ekonomi Amerika Serikat.

"Tugas pertama pemerintah kita adalah melayani warga negara kita, banyak di antaranya telah dilupakan, tapi mereka tidak dilupakan lagi. Dengan setiap keputusan dan setiap tindakan, kita sekarang menempatkan Amerika terlebih dahulu," kata Trump dalam pidato di televisi.


Angka ekonomi sebagian besar teruang dalam dokumen strategi Trump, yang menyatakan bahwa kemakmuran ekonomi harus dianggap sebagai pilar keamanan nasional. Trump pun menyerukan pengangkatan peraturan yang menghambat pengembangan energi.

Dokumen strategi Trump juga berjanji untuk mengejar perdamaian melalui kekuatan.

Dalam dokumen tersebut, dia menamai tiga prinsip "penantang" untuk tujuan ini yakni kekuatan revisionis China dan Rusia, negara-negara nakal Iran dan Korea Utara, dan organisasi ancaman transnasional, khususnya kelompok teroris jihad.

Terkait Suriah, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menangani kelompok militan ISIS satu per satu dan merebut kembali hampir 100 persen wilayah yang pernah dimiliki kelompok tersebut di Irak dan Suriah.

Sementara terkait Korea Utara, Trump berumpah akan mengurusnya dan tidak ada banyak pilihan. Namun dia tidak menjabarkannya lebih jauh.

Dalam strategi itu juga, Trump secara eksplisit menyebut China dan Rusia sebagai "kompetisi" yang berusaha untuk menantang kekuatan, pengaruh, dan kepentingan Amerika dan mencoba mengikis keamanan dan kemakmuran warga Amerika.

Meski Amerika Serikat akan mencari peluang untuk kerjasama dengan para pesaingnya, Trump menegaskan bahwa negaranya akan berupaya berdiri untuk diri kita sendiri.

"Amerika ada dalam permainan dan Amerika akan menang," katanya seperti dimuat CNN. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya