Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Musim Paceklik, Kotawaringin Timur Panen 6.674 Ton Gabah Kering

SELASA, 19 DESEMBER 2017 | 01:40 WIB | LAPORAN:

Di musim paceklik 2017 ini produksi padi di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak berkurang. Periode Desember 2017 ini padi yang dipanen mencapai mencapai 1.517 hektar dengan rata-rata produktivitas 4,4 t/ha.

"Dari panen periode ini diperoleh produksi sebanyak 6.674 ton gabah kering giling atau setara 4.218 ton beras,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, I Made Dikantara dalam acara panen padi di Kota Besi, Kotawaringin Timur, Senin (18/12).

Khusus untuk panen hari ini, lanjutnya, petani akan memanen di atas lahan seluas 150 hektar. Sisanya akan dilanjutkan secara bertahap,” kata Dikantara.


Menurutnya, apabila petani di Kotawaringin pada umumnya menerapkan sistem teknologi Jarwo Super Spesifik Lahan Pasang Surut yang mampu meningkatkan produktivitas padi sebanyak 49,9 persen. Sehingga petani dapat memanen 96,4 ton per hektar gabah kering.

"Ini tentu menambah lagi produksi padi di Kabupaten Kotawaringin Timur, dan menjamin persediaan beras aman,” jelasnya.

Kata Dikantara, selama ini kebutuhan beras warga Kotawaringin hanya 4.421 ton beras ler bulan. Dengan kata lain kabupaten ini akan surplus beras hingga 1.147 ton kali ini.

Dia mengakui, bantuan dari pemerintah pusat dan daerah sangat berperan besar dalam mempengaruhi keberhasilan petani kali ini. Diantaranya seperti pompa air, traktor, alat tanam dan benih berkualitas, sehingga teknologi Jarwo Super ini dapat diaplikasikan dengan baik di wilayah yang masuk kategori sebagai lahan rawa pasang surut.

"Pendampingan yang dilakukan tim BPTP Kalimantan Tengah dan Penyuluh serta tim Koramil Kota Besi sangat kami rasakan manfaat dan hasil yang diperoleh. Sehingga model pendampingan seperti ini akan terus kami tingkatkan di wilayah kami lebih-lebih ketika musim paceklik seperti periode saat ini,” katanya.

Dikantara menambahkan, sebelumnya di periode September - Januari tahun 2016 produktivitas padi warganya hanya mencapai 3,5 ton per hektar.

"Namun kali ini meningkat hingga 5,2 ton per hektar," tandasnya. [sam]




Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya