Banyak tokoh internal Partai Golkar yang memiliki keinginan mengubah dan memperbaharui, bahkan dikenal luas oleh publik.
Namun, tokoh-tokoh itu terkendala mekanisme internal partai yang cenderung konservatif dan tidak menyukai perubahan.
Menurut Direktur Eksekutif Indodata Danis T. Saputra, diperlukan upaya sistematis dan ilmiah untuk menyosialisasikan figur-figur berkualitas perubah dan pembaharu. Sehingga mendapat tempat semestinya dalam dinamika perbaikan Golkar.
Dimensi kualitas tokoh perubah dan pembaharu dimaksud memiliki kriteria kapabilitas, integritas, akseptabilitas, serta inovatif.
Berdasarkan hasil survei opinion leader Indodata, terjaring sejumlah nama yang dianggap memiliki kriteria sosok perubah dan pembaharu Golkar.
"Di antaranya ada Airlangga Hartarto, Siti Hediati Hariadi (Titiek Soeharto), Ahmad Doli Kurnia, Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Agus Gumiwang Kartasasmita, Bambang Soesatyo, Zainudin Amali, Ace Hasan Syadzili, Muhammad Sarmuji," urai Danis saat rilis hasil survei di Senayan, Jakarta, Senin (18/12).
Namun, dari nama-nama itu, responden terbanyak menyebut Ahlmad Doli Kurnia 65 persen, disusul Yorrys 12 persen, Airlangga 11 persen, Titiek 10 persen, lain-lain 2 persen.
Nama Doli kembali mendapat dukungan terbanyak yakni 70 persen untuk posisi sekjen Golkar. Di urutan kedua ada Agus Gumiwang Kartasasmita dengan 15 persen, Ace Hasan Syadzili 8 persen, dan Muhammad Sarmuji 7 persen.
"Secara umum, opinion leader berharap perubahan dan pembaharuan pada pasangan kepemimpinan Airlangga Hartarto dan Ahmad Doli Kurnia," kata Danis.
Pengambilan sample opinion leaders dilakukan menggunakan metode purposive sampling yakni sebanyak 46 responden yang terbiasa menjadi narasumber media dan mempengaruhi lalu lintas opini publik. Mereka terdiri dari wartawan, intelektual, pengamat sosial dan politik, serta tokoh politik.
[wah]