Berita

Emmanuel Macron/Net

Dunia

Presiden Perancis: Assad Akan Tetap Jadi Orang Nomor Satu Suriah

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 14:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan kenyataan di Suriah adalah bahwa Presiden Bashar al-Assad akan terus bertahan karena lawan-lawannya telah kehilangan perang di lapangan.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan televisi Prancis 24 pada hari Minggu, Presiden Prancis Macron mengatakan bahwa Assad akan tetap berkuasa karena Iran dan Rusia telah memenangkan perang di lapangan.

"Bashar al-Assad akan berada di sana, dia akan berada di sana karena dia dilindungi oleh mereka yang telah memenangkan perang di tanah, entah itu Iran atau Rusia," kata Macron seperti dimuat Press TV.


Pemerintahan Presiden Assad  diketahui menghadapi militansi sejak Maret 2011, ketika pemerintah-pemerintah yang menentangnya mempersenjatai dan membiayai beberapa musuh politik dalam negaranya dalam usaha untuk menyingkirkannya dari kekuasaan. Faksi-faksi bersenjata tersebut segera bergabung dengan serangkaian teroris internasional yang menuangkan ke negara tersebut untuk membantu mengusir Assad.

Tapi pemerintah di Damaskus tetap bertahan karena faksi-faksi yang berbeda dari masyarakat berkumpul di sekitar Assad dalam menghadapi militansi habis-habisan. Sekutu Suriah, Iran dan Rusia, juga menawarkan bantuan militer penasehat, dan Moskow meluncurkan kampanye pengeboman udara terhadap kelompok ekstremis di negara tersebut pada bulan September 2015 atas permintaan pemerintah Suriah.

Perancis sendiri merupakan negara yang menentang pemerintahan Assad dan berharap bisa melihatnya lengser.

Sementara itu dalam beberapa kesempatan ia mengindikasikan bahwa prioritas nomor satu di Suriah bukanlah perubahan rezim. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya