Berita

Palestina/net

Jaya Suprana

Amanat Penderitaan Rakyat Palestina

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 10:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI alam demokrasi adalah wajar bahwa ada yang membenarkan penindasan bangsa Israel terhadap bangsa Palestina. Bagi mereka yang masih secara fundamentalis membenarkan penindasan bangsa Israel terhadap bangsa Palestina, sebaiknya meluangkan waktu untuk membaca buku terbaru karya Norman Gary Finkelstein yang berjudul “GAZA : An Inquest Into Its Martyrdom”.
 
Holocaust

Norman Gary Finkelstein adalah  ilmuwan politik, aktivis, dosen, penulis dan warga negara Amerika Serikat keturunan Yahudi. Bidang penelitian utama Finkelstein adalah  konflik Israel–Palestina serta sejarah  Holocaust akibat termotivasi oleh pengalaman orang tuanya yang merupakan korban selamat prahara Holocaust yang dilakukan Nazi Hitler terhadap kaum Yahudi. Finkelstein merupakan lulusan Universitas Binghamton dan mendapatkan gelar Ph.D di bidang ilmu politik dari Universitas Princeton. Ia memegang jabatan pengajar di Brooklyn College, Universitas Rutgers, Hunter College, Universitas New York, dan Universitas DePaul .


The Gaza Strip

Di dalam buku terbarunya Norman Gary Finkelstein secara komprehensif membahas situasi kondisi kawasan yang disebut sebagai “The Gaza Strip” sebagai salah satu kawasan terpadat penduduk di planet bumi masa kini.  

Lebih dari dua per tiga populasi Gaza adalah kaum pengungsi dan lebih dari separuhnya berusia di bawah delapan belas tahun. Sejak 2004 secara sistematis, terstruktur dan masif, Israel melancarkan “operasi” terhadap warga Gaza yang tidak berdaya melakukan perlawanan terhadap militer Israel nan gagah perkasa dengan alutsista terbaik di abad XXI.

Ribuan warga Gaza telah binasa dan puluhan ribu kehilangan rumah akibat Israel tega melakukan blokade ilegal tanpa ampun terhadap Gaza. Bencana yang menimpa Gaza bukan merupakan bencana alam namun bencana buatan manusia terhadap manusia. Berdasar data-data laporan pelanggaran hak asasi manusia, Finkelstein secara seksama melakukan penelitian terhadap nasib rakyat Palestina di kawasan Gaza. Finkelstein menegaskan bahwa pembenaran Israel atas penindasan terhadap Gaza dengan alasan membela diri dari agresi kaum Palestina terhadap Israel pada hakikatnya merupakan pelanggaran konstitusional nyata terhadap hukum internasional.

Di sisi lain, Finkelstein menyayangkan bahwa upaya perlindungan hukum internasional yang dilakukan mulai dari Amesty International sampai ke Human Rights Watch to the UN Human Rights Council sama sekali tidak berhasil melindungi HAM di Gaza.  Kesimpulan Finkelstein yang paling memprihatinkan  lebih baik tidak saya terjemahkan agar tidak keliru namun saya copas sebagai berikut “ after Judge Richard Goldstone's humiliating retraction of his UN report, human rights organizations succumbed to the Israeli juggernaut”. 

AMPERA Palestina

Menarik adalah fakta bahwa Norman Gary Finkelstein adalah warga negara Amerika Serikat keturunan Yahudi maka seharusnya seiring sejalan dengan Donald Trump dalam membenarkan Israel menindas Palestina. Namun ternyata Finkelstein masih memiliki nurani kemanusiaan  untuk tidak membabibutatuli mengingkari kebenaran maka tidak membenarkan angkara murka Israel terhadap Palestina.

Buku Norman Gary Finkelstein : “GAZA, An Inquest Into Its Martyrdom” merupakan sebuah monumen keprihatinan atas amanat penderitaan rakyat Palestina sekaligus sebagai perlawanan terhadap berbagai pihak yang berusaha mengingkari kenyataan penderitaan yang sedang diderita warga Palestina di Gaza. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya