Berita

Anies Baswedan/Net

Nusantara

Anies Kok Dinyinyirin

Kasih Monas Untuk Natalan
SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 09:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mungkin maksud Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baik, dia ingin bertindak adil dengan mengizinkan Monas dipakai untuk perayaan Natal bagi umat kristiani. Hal sama dilakukan Anies kepada umat muslim yang mengizinkan Monas digunakan untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sayangnya, niat Anies malah dinyinyirin.

Untuk diketahui, Pemprov DKI telah memperbolehkan kawasan Monas digunakan untuk kegiatan keagamaan. Beberapa kegiatan keagamaan yang telah digelar di Monas salah satunya untuk acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Anies membuka ruang semua agama bisa menikmati Monas untuk acara kegiatan agama. Termasuk umat kristiani yang tidak lama lagi akan merayakan Natal. Untuk itu, Anies mengundang sejumlah tokoh Gereja ke Balaikota, Kamis (14/12). Dalam pertemuan itu tampak Hashim Djojohadikusumo. Nah, kehadiran adik Prabowo Subianto ini membuat spekulasi Natal di Monas condong politis. Bahkan banyak nyinyir.


Tapi sepertinya rencana perayaan Natal di Monas sulit terealiasi. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) justru menolak rencana Anies. PGI memutuskan tidak ikut berpartisipasi.

"PGI Wilayah ikut sampai rapat ketiga tanggal 11 (Desember 2017), tapi memang dari rapat yang satu ke yang lain itu berubah-ubah terus, sempat disepakati acara digelar indoor tapi akhirnya berubah lagi, kami tidak setuju perayaan digelar di Monas," tegas Kepala Humas PGI, Jeirry kepada wartawan, Sabtu (16/12).

Menurut dia, ketidaksepakatan inilah yang membuat pihaknya berencana menggelar perayaan Natal di gereja masing-masing dan tak turut serta dalam perayaan Natal bersama di Monas pada Januari 2018. "Perubahan kesepakatan ini yang membuat PGI bertanya-tanya, apa sih motifnya sehingga harus dipaksakan di Monas perayaannya," tuturnya.

Jadi sebenarnya kendalanya apa? Jeiry menyampaikan lebih ke arah teknis. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan menjadi salah satu pertimbangan PGI tak setuju. "Acara begitu cenderung boros dan tidak akan efektif tentunya. Lalu ini juga nggak terlalu sesuai dengan spirit kita untuk gereja merayakan Natal. Kita kan mendorong gereja itu merayakan Natal dengan sederhana, simpel aja," ujarnya.

Saat ditemui wartawan, kemarin, Anies singkat menjawab. "Saya sudah bilang, saya lagi pelajari," ujar Anies saat menghadiri acara Uji Emis Gratis di Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, saat ditemui di Balaikota, Anies menyatakan hal yang sama, sedang mempelajari saran Ketua Umum PGI wilayah DKI Jakarta Manuel Raintung saat konferensi pers di Graha Oikumene PGI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (15/12). Dalam pertemuan tersebut, PGI menyarankan penyelenggaraan Natal lebih baik diselenggarakan di tempat tertutup.

Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyerahkan sepenuhnya kepada umat kristiani apakah mau Natalan di Monas atau tidak. "Kami serahkan kepada umat kristiani," kata Sandiaga di RTH Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (16/12). Sandi menegaskan, perayaan Natal bersama bertujuan mempersatukan warga. Hal itu sebagai bagian dari upaya Pemprov DKI untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan warga, termasuk kegiatan keagamaan.

Sementara, kebijakan Anies soal rencana perayaan Natal di Monas menimbulkan pro dan kontra di dunia maya. Di Twitter, misalnya, banyak yang tidak suka dan nyinyir. Misalnya, @anandasukarlan. "Harusnya Natal bawa damai di dunia ya, bukan ramai di Monas. Dan kalau untuk motif politik, harusnya partai yang bayar, bukan ambil dari APBD," cuitnya.

Ormas Front Pembela Islam (FPI) yang tegas mendukung kebijakan Anies ini juga dikritik. Netizen heran, FPI sibuk membela non Muslim. "Salah satu umatnya mereka kriminalisasi dan mereka penjarakan hanya karena mereka tidak ingin dipimpin kafir. Lalu sekarang mereka membiayai perayaan Natalnya supaya bisa menyebut diri toleran tidak diskriminatif? Jangan mau dibohongi pake Natal di Monas!" cuit @LusiHQ. "Heran! Orang kristen mengadakan doa didemo, dibubarkan dan dikafir-kafirkan. Kok pesta natal di Monas didukung? Ada apa ini?" kicau @ fxsubianto.

"Saya setuju dengan keputusan PGI untuk tidak mendukung acara Natal bersama di monas yang sarat akan muatan politik, kami tidak mau jadi mainan mereka. Gabener kami anggap sudah terlalu dalam mencampuri urusan keagamaan kami," cuit @zhu_dave.

Namun, tidak semua cuitan mengecam Anies. Ada juga yang mendukung. "Kalo otak isinya cuma kebencian ya gitu. Ada yg minta perayaan Natal di Monas. Difasilitasi karena Monas memang untuk semua. Sekarang dituduh politisasi. Sakit jiwa to the max." Ujar @awemany.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung Prof Asep Warlan Yusuf heran Anies menjadi sasaran nyinyir warganet soal seruan Natalan di Monas. "Maksudnya baik, tapi kok dinyinyirin. Apa masyarakat masih terbawa Pilkada Jakarta lalu, gara-gara aksi 212 di Monas Ahok kalah," kata Asep kepada Rakyat Merdeka, kemarin. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya