Berita

Komisi Yudisial/Net

Nusantara

KY Tingkatkan Pengamanan Data dengan ISO 27001:2013

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 08:38 WIB | LAPORAN:

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu upaya untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Proses ini juga mendukung terlaksananya reformasi birokrasi, khususnya di bidang teknologi informasi.

Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Pasal 24B UUD 1945 berkomitmen penuh mewujudkan hal itu. Untuk menunjang efektivitas dan efisiensi kerja, KY terus melakukan pembenahan dan pembaharuan dari berbagai aspek. Di pengujung 2017, KY menorehkan prestasi terkait dengan pengamanan informasi yang diakui secara internasional. KY memperoleh sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) 27001:2013 untuk Information Security Management System (ISMS) atau Sistem Manajemen Keamanan Informasi untuk ruang lingkup data center KY.

Sertifikasi ISO 27001:2013 diberikan Lembaga Sertifikasi Intertek Indonesia yang telah diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sertifikat ISO ini diserahkan secara langsung oleh Business Certification Manager Intertek Indonesia Anwar Siregar kepada Sekretaris Jenderal KY Danang Wijayanto, yang didampingi Kepala Pusat Analisis dan Layanan Informasi Roejito, serta tim IT KY, di kantor KY, Jakarta (15/12).


Danang mengapresiasi prestasi yang didapat dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama tim lantaran telah memberikan yang terbaik untuk lembaga dan masyarakat.

"Kesekjenan sangat mengapresiasi prestasi ini. Ini merupakan pijakan untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi," ujarnya.

Sertifikasi ISO 27001:2013 ini merupakan komitmen nyata KY dalam upaya meningkatkan keamanan informasi dan peningkatan kualitas teknologi informasi. Perolehan ini selayaknya juga menjadi momentum bagi KY untuk terus melakukan pembenahan dalam upaya
meningkatkan pelayanan publik yang lebih optimal.

Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga dan Layanan Informasi KY Farid Wajdi berharap sertifikasi ISO 27001:2013 ini semakin memacu produktivitas KY dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

"Seharusnya dengan sudah tersertifikasi, proses kerja di KY lebih maksimal dan pemberian layanan kepada masyarakat lebih optimal lagi. Sehingga kepercayaan publik semakin meningkat," ucapnya.

ISO 27001:2013 merupakan standar internasional dalam pengelolaan sistem manajemen keamanan informasi yang bertujuan menjamin keamanan informasi di suatu organisasi. Adapun konsep ISO 27001:2013 adalah dengan pendekatan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) informasi. Business Certification Manager Intertek Indonesia Anwar Siregar mengutarakan, proses penilaian audit sertifikat ini telah melalui dua rangkaian audit yang sangat ketat.

Tahapan pertama adalah tinjauan dokumen dan dilanjutkan dengan tahapan kedua yaitu tinjauan penerapan ISO 27001:2013 tersebut. Setelah proses penilaian yang dilakukan selama dua minggu maka diputuskan KY layak mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013.

"ISO 27001:2013 merupakan satu-satunya standar sistem keamanan informasi yang ada saat ini dan KY merupakan salah satu organisasi yang dapat meraihnya. Bahkan mungkin satu-satunya lembaga negara di Indonesia yang meraih sertifikasi ISO 27001:2013," tuturnya seperti keterangan yang diterima redaksi. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya