Berita

Foto/Net

Bisnis

Biaya Bikin Listrik Di Babel Termahal Se-Sumatera

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 08:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT PLN (Persero) mencatat wilayah Bangka Belitung (Babel) masih jadi wilayah dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) tertinggi di Sumatera. Berdasarkan catatan PLN, BPP wilayah Babel pada Oktober 2017 mencapai Rp 2.636 per kilowatt hour (kwh). Se­mentara harga jual listrik hanya Rp 1.212 per kwh. Angka BPP di wilayah Ba­bel nyaris dua kali lipat dari BPP seluruh wilayah Su­matera yang sebesar 1.600 per kwh dengan harga jual Rp 1.092 per kwh.

Kepala Divisi Pengem­bangan Regional Sumatera PT PLN, Budi Pangestu mengungkapkan, rasio elektrifikasi Babel sebe­narnya cukup bagus, sudah mencapai 100 persen. Na­mun sayangnya, angka BPP masih cukup tinggi.

"Jumlah pelanggan di Babel paling kecil tapi har­ga jual dan BPP-nya tinggi. Ini terjadi karena sistem kelistrikan di Babel masih terisolasi dari sistem trans­misi Sumatera," kata Budi di Babel, Jumat (15/12).


Selain sistem kelistrikan yang belum tersambung, lanjut Budi, BPP di Babel tinggi karena masih ban­yaknya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

General Manager PLN Wilayah Babel, Susiana Mutia menyebutkan jumlah PLTD di Babel mencapai 60 persen. Menurutnya, BPP dari satu PLTD bisa mencapai Rp 4.000-5.000 per kwh. "PR (pekerjaan ru­mah) kami turunkan BPP," ungkapnya.

Susiana mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mengurangi pemakaian PLTD dengan pembangkit listrik EBT seperti Pem­bangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dia mengungkapkan, saat ini terdapat 20 proyek PLTS untuk pulau di Babel yang tengah dalam tahapan lelang. "Kami menargetkan seluruh PLTS tersebut bisa commercial on date (COD) sampai 2020 mendatang," ungkapnya.

Selain PLTS, Susiana menerangkan, di Babel juga terdapat 4 proyek Pembang­kit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) yang tengah dalam tahap konstruksi. Untuk PLTBg Cengkong sudah 50 persen dan PLTBg Kenangan 90 persen.

Ada juga PLTBm Tempi­lan 2 dan Pegantungan yang konstruksinya sudah men­capai 95 persen. Diharap­kannya, keempat proyek tersebut bisa beroperasi pada 2018.

Kemudian, lanjut Susi, pihaknya juga akan membangun kabel bawah laut sehingga sistem kelistrikan Babel bisa tersambung ke sistem kelistrikan Sumatera. Semua langkah tersebut di­targetkan bisa menurunkan BPP. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya