Berita

Nusantara

25 Hari Di KRI Dewa Ruci, Peserta Bangga Laut Nusantara

MINGGU, 17 DESEMBER 2017 | 17:17 WIB | LAPORAN:

Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) KRI Dewa Ruci yang diikuti 68 pelajar dari 34 provinsi telah berakhir.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Kemenko Bidang Kemaritiman untuk menumbuhkan dan menguatkan kembali jiwa kemaritiman kepada generasi muda Indonesia.

Perjalanan menggunakan kapal legendaris banyak menyimpan berbagai cerita. Seperti cerita dari perwakilan peserta ENJ KRI Dewa Ruci Faisal Priyo Utomo dari Lombok, NTT. Ia menyatakan rasa bangga yang begitu besar terhadap kesempatan menjelajah lautan bersama KRI Dewa Ruci.


"Jarang ada yang bisa naik kapal itu dan alhamdulillah berkat Kemenko Maritim kita bisa berlayar dengan kapal legendaris ini," ujarnya, Minggu (17/12).

Selain itu, ia menceritakan berbagai pengalaman menjelajah Nusantara dengan KRI Dewa Ruci ini.

"Di sana selain ilmu tentang kemaritiman, perkapalan, sumber daya alam di laut, kita juga mendapatkan kesempatan di hukum. Tentunya untuk membuat kita lebih disiplin," kata Faisal.

Peserta ENJ yang merupakan siswa kelas XII itu mengatakan, hukuman tersebut merupakan bentuk bimbingan dari Tim Satgas ENJ KRI Dewa Ruci yang terdiri dari Kemenko Maritim, EO Standard Plus dan tentu para anggota TNI AL selaku awak KRI Dewa Ruci.

"Jadi, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kedisiplinan kita, seperti ketika kita telat datang untuk pemberian materi atau jam makan serta jam istirahat yang terbuang. Tapi ini yang akan kita rindukan," katanya disambut tawa dengan peserta lain.

Said Alatas, peserta dari Kepulauan Riau mengatakan, kegiatan tersebut banyak mengubah kepribadian seseorang. Ia mengakui sebelumnya bercita-cita ingin jadi dokter.

"Namun setelah mengikuti kegiatan ini saya berharap supaya dapat menjadi dokter di rumah sakit terapung atau RS Kapal agar bisa membantu masyarakat di berbagai pulau terdepan di Nusantara yang belum tersentuh oleh pelayanan kesehatan yang memadai. Saya ingin menjadi dokter di bidang maritim," paparnya.

Selain itu, Said dan kawan-kawan yang seolah telah menjadi saudara bagi berjanji akan menyampaikan pengalaman pribadinya kepada teman-teman di Sekolahnya. Karena ia ingin seluruh masyarakat Indonesia tidak melupakan lautan.

"Seperti lagu nenek moyang kita yang seorang pelaut, jadi jangan melupakan sejarah. Bahwa sebenarnya di lautanlah masa depan Indonesia akan kembali berjaya," tuturnya.

Saat ditanya siap atau tidak untuk menjadi bahariawan dan menggantikan para pelaut asing yang diakui atau tidak terlanjur mendominasi, peserta lain kompak berteriak.

"Siap! Kita siap jaga laut kita, kita siap memberikan yang terbaik untuk laut kita," tegas mereka.

Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kemenko Maritim Safri Burhanudin menyatakan apresiasi dan rasa bangganya. Sebab program yang baru pertama kali diadakan ini dinilai berjalan dengan sukses dan berhasil membawa kesadaran serta pola pikir baru bagi seluruh peserta.

"Kegiatan ini sangat luar biasa, mereka pergi dan pulang dengan wajah yang masih sangat bersemangat, tidak terlihat satu pun wajah yang layu. Artinya ini membuat satu suasana baru, suatu kepercayaan diri yang tinggi. Contohnya yang dari Merauke tadi mengatakan bahwa mereka menyadari bahwa Indonesia begitu luas dan dia bisa melihat daerah lain, membuatnya lebih menyadari bahwa mereka menjadi bagian dari kesatuan Indonesia secara keseluruhan, dan laut sebagai pemersatu," terangnya.

Di tempat yang sama, Komandan Satuan Tugas ENJ KRI Dewa Ruci Muhamad Suhendar mengatakan, kegiatan yang digelar jauh di luar ekspektasi. Dikatakannya, karena dalam kesempatan tersebut cuaca di laut Indonesia saat ini kurang bersahabat.

"Dalam waktu rencana berlayar kita mendapat respon yang negatif dan kita dianggap gila melakukan hal yang mustahil, sebab berdasarkan data angin barat kurang bersahabat dan dikhawatirkan akan berbahaya. Tapi alhamdulillah hati saya berkata lanjutkan, dan kegiatan ini berjalan dengan relatif sukses dengan adik-adik peserta yang luar biasa di dalamnya," jelasnya.

Suhendar yang juga menjabat kepala Bidang Teknis Kemaritiman Kemenko Maritim memaparkan, para peserta direkrut dari seluruh Indonesia.

"Kita membawa dua perwakilan yang terbaik dari selurub provinsi, karena mereka yang memberikan kabar positif di generasi muda terkait kegiatan ini" tambahnya.

Selain pembelajaran tentang kemaritiman, kelautan dan membangun leadership, kegiatan juga memberikan pembelajaran untuk melakukan parade roll atau atraksi menaiki tiang layar tinggi KRI Dewa Ruci untuk melakukan selebrasi dan penghormatan, khas kadet TNI AL.

"Parade roll waktu itu ada siswi yang kurang fit karena kelelahan, namun waktu itu siswi tersebut tetap bersikeras untuk melakukan kegiatan dan menolak untuk pulang. Jadi dapat dikatakan kegiatan ini sangat sukses dalam membangun leadership kepada peserta ini," katanya.

Peserta juga mendapatkan pengalaman istimewa mandi khatulistiwa di atas geladak KRI Dewa Ruci, sebuah prosesi khas TNI AL untuk menahbiskan seseorang bahwasanya adalah seorang pelaut sejati dan telah berhak mengarungi samudera raya.

"Mandi khatulistiwa di KRI Dewa Ruci ini adalah momen dan pengalaman langka karena tidak semua orang bisa mengalaminya, dan apabila seseorang telah melakukannya di KRI Dewa Ruci maka ia tidak usah lagi melakukannya di KRI lain. KRI Dewa Ruci mempunyai ruh nya tersendiri, kapal tangguh ini seolah memilih siapa saja yang berhak menaiki dirinya. Banyak tokoh TNI AL lahir di sini, kita harapkan para peserta juga dapat menjadi pemimpin di masa depan, khususnya di bidang maritim," papar Suhendar.

Selain itu, ia berharap kegiatan tersebut mempunyai makna besar yang harus diberitakan ke seluruh khalayak ramai.

"Sebab kegiatan ini berada di atas kapal bersejarah dan pesertanya pelajar dari seluruh provinsi di Indonesia," imbuh Suhendar.

Kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya KRI Dewa Ruci sendiri dilakukan selama 25 hari dengan menempuh rute Jakarta-Batam-Sabang-Belawan dan kembali ke Jakarta pada 14 Desember 2017. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya