Berita

Sapi di PDIP/RMOL

Nusantara

Kisah Peternak Sapi Binaan Partai Banteng

MINGGU, 17 DESEMBER 2017 | 00:34 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Keinginan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk menyejaterahkan wong cilik mulai dirasakan oleh Agus (57), seorang penternak sapi asal Tapos, Depok.

Pria yang sudah 10 tahun menjadi pengusaha sapi perah ini mengaku pernah gagal dalam menjalani bisnis dan mengalami kebangkrutan.

"Dulu tahun 2006 itu, bisnis ternak sapi  sering rugi. Karena kita tidak tahu bagaimana cara mengolahnya dan memasarkan hasil ternak kita. Setelah dua tahun ini mulai ada keuntungan karena dibantu oleh PDIP," kata Agus, di stan pameran UMKM miliknya, saat acara Rakornas PDIP, di ICE BSD, Tanggerang, Sabtu (16/12).


Agus menceritakan sekitar tahun 2015, Ketua Bidang Usaha Kecil dan Koperasi DPP PDI Perjuangan, Mindo Sianipar, menemuinya untuk memberikan pengarahan kepada Dia dan warga Tapos, Depok, tentang bagaimana cara menghasilkan ternak yang bagus dan bisa menjualnya di pasaran.

"Pak Mindo dan Pak Effendi (Sianiparl itu mengajarkan saya, cara merawat sapi yang benar, dari memberi pangan, merawat sapi dan menjualnya," paparnya.

Agus mengaku, kalau dulu yang dia tahu cara menjual sapi adalah menjual per ekor sapi hidup ke seorang tengkulak. Menurutnya cara seperti itu justru membuatnya rugi lantaran harga yang diitawarkan hanya mendapatkan untung yang kecil, bahkan terkadang dikatakan Agus hasil penjualan sapi bisa sampai membuatnya rugi.

"Setelah dapat pengarahan ternyata sapi itu semuanya bisa menghasilkan uang dari dagingnya, buntutnya. Bahkan sapi juga bisa dijual. Jadi kami diajarkan untuk mengolahnya secara langsung. Tidak lagi dijual per ekor, tapi kami justru memotong sapi sendiri dan menjualnya langsung ke masyarakat," ungkapnya.

Setelah dua tahun menjalani cara seperti itu, Agus mengatakan banyak warga Tapos, Depok yang tertark mengikuti jejaknya. Dia pun akhirnya dipercaya untuk membina warga lain untuk memulai usaha ternak sapi.

"Sekarang banyak warga yang menitipkan sapi nya ke saya. Nanti keuntunganya bagi hasil. Keuntungan sebulannya saja kalau mempercayai satu ekor sapi ke kami bisa mencapai 3 juta rupiah," jelasnya.

Agus mengaku untuk menampung semua sapi yang diserahkan warga kepadanya dia sampai harus menyewa lahan kosong seluas lima hektar. Saat ini lahan sapi tersebut telah menjadi perternakan terbesar di daerah Bogor dan Depok. Bahkanan banyak warga yang terbantu berkat program dari partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Hampir sebagian warga Tapos itu kini jadi peternak sapi. Bahkan sekarang warga Bekasi dan Bogor juga banyak yang mau invetasi ke kami," pungkasnya.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya