Wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat merupakan daerah yang mengalami guncangan gempa dengan intensitas terbesar dibandingkan daerah lainnya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan intensitas goncangan gempa yang terjadi di Tasikmalaya mencapai V-VI MMI dengan tingkatan menengah sampai kuat.
Menurut Dwi, daerah lain di Jawa Barat dan DI Yogyakarta hanya mengalami ingensitas guncangan III-IV MMI.
Di Depk dan Jakarta yang juga ikut merasakan guncangan hanya mengalami intensitas II-III MMI.
"Artinya semakin jauh dari pusat gempa semakin rendah (getarannya)," kata Dwi saat konfrensi pers di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12).
Lebih lanjut, Dwi mengatakan setelah melakukan pengamatan di wilayah pesisir laut selatan Tasikmalaya pihaknya memastikan tidak ada potensi tsunami dari gempa yang terjadi di wilayah 11 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya.
Dwi menambakan pihaknya juga tidak mendapatkan kembali gempa susulan. Status potensi terjadinya tsunami juga sudah dinyatakan berakhir pada pukul 02.26 WIB.
"Dalam pengamatan kami di lapangan, setelah dua jam terjadinya gempa, tidak terjadi perubahan air laut. Kami menyatakan potensi tsunami diakhiri," ujarnya.
Sebelumnya wilayah perairan selatan Jawa mengalami dua kali gempa bumi tektonik terjadi pada Jumat (15/12) pada pukul 23.47.57 WIB.
Gempa pertama berkekuatan 7.3 Skala Richter yang berada di 8.03 LS dan 108.04 BT atau 43 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya dengan kedalaman 105.
Gempa kedua terjadi dengan kekuatan 6.9 SR yang lokasinya berada 11 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya yang kedalamannya 107 km.
Setelah dua gempa tersebut, BMKG mencatat terjadi tiga kali gempa susuan dengan magnitudo 3,2 SR, 3,4 SR dan 3,4 SR.
[nes]