Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

DWP Melanggar, FKDM Akan 'Sikat Habis' Manajemen Ismaya Live

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 11:21 WIB | LAPORAN:

Manajemen Ismaya Live diwanti-wanti jangan sampai event tahunan Djakarta Warehouse Project (DWP) menjatuhkan kredibilitas Gubernur Jakarta, Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno.

Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) berharap DWP tahun ini nggak lagi marak narkoba dan seks bebas seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau yang terjadi ternyata sama saja, maka manajemen Ismaya Live (penyelenggara DWP) akan kami sikat habis karena berarti memang sengaja ingin menjatuhkan kredibilitas Gubernur Anies Baswesan dan Wagub Sandiaga Uno," tegas Ketua FKDM, M Rico Sinaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/12).


Pegiat LSM senior ini menyesalkan keputusan Wagub Sandiaga yang tetap mengizinkan penyelenggaraan DWP, meski ditentang dan ditolak banyak kalangan, termasuk dirinya. Namun karena ia percaya Anies maupun Sandi adalah orang-orang
agamais, maka penyelenggaraan DWP tahun ini harus berbeda. Apalagi jika alasan DWP tetap diizinkan karena dapat mendatangkan devisa dan menyerap tenaga kerja.

Ia juga mengingatkan Ismaya agar memenuhi janjinya untuk menampilkan kesenian lokal dari berbagai daerah, bukan sebagai sisipan, melainkan satu kesatuan dengan acara DWP.

"Saya sudah menugaskan beberapa anggota FKDM untuk memantau dan mengawasi langsung acara itu, sehingga mereka telah membeli tiketnya, dan nanti akan masuk bersama pengunjung yang lain," jelasnya.

Para anggota FKDM itu, kata dia, juga akan merekam setiap aktivitas yang terjadi. Video rekaman ini akan dijadikan bukti jika ada hal-hal di luar ketentuan.

"Kita memang butuh devisa dan lapangan kerja baru, tapi bukan berarti harus mengorbankan moral anak bangsa dengan 'merestui mereka' menjadi generasi hedonis yang dekat dengan narkoba dan seks bebas," pungkasnya.

DWP telah diselenggarakan sebanyak sembilan kali, dan selalu diadakan pada bulan Desember setiap tahunnya.

Dalam tiga tahun terakhir, sejak 2015, ajang dugem berkelas internasional itu diselenggarakan di area PRJ milik PT Jakarta Internasional Expo (JIExpo).

Acara ini diprotes banyak kalangan karena sejumlah saksi mata yang pernah menghadiri acara itu mengatakan, DWP tak lebih dari acara dugem seperti diskotik.

Hanya saja berlangsung di ruangan yang jauh lebih luas, dengan tata cahaya yang spektakuler, dan mengundang para disc jockey (DJ) dari berbagai negara.

Para saksi juga mengatakan, selama acara berlangsung para pengunjung hanya jejingkrakan dengan diiringi musik remix atau hanya duduk-duduk di bar sambil meminum berbagai minuman yang disediakan, termasuk minuman keras.

Di antara para saksi yang tahun lalu menjadi pengunjung WDP bahkan mengatakan kalau di acara itu, narkoba jenis inex atau ekstasi dijual seperti kacang goreng.

"Kondom juga dijual bebas," katanya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya