Berita

F-22/BBC

Dunia

AS Klaim Jet Rusia Masuk Daerah Non-konflik Di Suriah

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 08:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pesawat tempur Amerika Serikat melepaskan tembakan peringatan setelah jet-jet Rusia memasuki daerah non-konflik yang disepakati di Suriah. Begitu klaim yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pekan ini (Kamis, 14/12).

Dua Su-25 Rusia disebut Pentagon telah terbang ke timur Sungai Efrat dan memasuki ruang udara yang ditunjuk Amerika Serikat pekan ini.

Akibatnya, salah satu jet F-22 AS hampir terlibat dalam tabrakan udara dengan pesawat Rusia.


Menurut Pentagon, banyak panggilan dilakukan di saluran darurat untuk disampaikan kepada pilot Rusia bahwa mereka perlu meninggalkan daerah tersebut. Seorang juru bicara Pentagon mengatakan bahwa ada sebuah kesepakatan verbal dibuat antara Washington dan Moskow mengenai zona dekonfliksi pada awal November.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Amerika Serikat menganggap daerah tersebut di sebelah utara dan timur sungai Efrat bagian dari "langit" mereka, sementara Rusia memiliki kebebasan untuk berpatroli di sebelah barat sungai.

Namun Amerika Serikat mengatakan pesawat Rusia telah terbang ke zonanya enam sampai delapan kali sehari.

"Ini menjadi semakin sulit bagi pilot kami untuk mengetahui apakah tindakan pilot Rusia disengaja atau jika ini hanya kesalahan yang jujur," kata juru bicara tersebut.

Namun, kementerian pertahanan Rusia telah membantah tuduhan Amerika Serikat tersebut. Dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC, kedua Su-25 tersebut telah mengawal sebuah konvoi kemanusiaan di dekat sebuah kota di samping Sungai Efrat saat mereka didatangi oleh dua jet F-22.

Pada akhir pekan, pejabat Rusia Igor Konashenkov mengatakan bahwa dia bingung bahwa Amerika Serikat telah mengajukan klaim atas sebagian ruang udara Suriah dan menuduh koalisi pimpinan Amerika Serikat operasi yang beroperasi di Suriah secara ilegal. [mel]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya