Berita

Anies Baswedan-Sandiaga Uno/Net

Nusantara

Anies-Sandi Perlu Tindak Anak Buah Bermasalah Hukum

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 03:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disarankan untuk menyelesaikan berbagai masalah hukum yang dilakukan Pemprov DKI di masa lalu. Para pejabat Pemprov yang terindikasi terlibat harus ditindak.

"Ini penting agar tidak membebani pemerintahan Anies-Sandi," kata Adjie Rimbawan dari Presidium Relawan Anies-Sandi, melalui pesan elektronik kepada redaksi, Kamis (14/12).

Dia menyebut berbagai kasus tersebut, antara lain pembelian lahan Cengkareng seluas 4,6 hektare seharga Rp 688 miliar. Lahan yang dibeli semasa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta pada November 2015 itu ternyata milik Dinas Kelautan Pemprov DKI sejak 1967. Dengan kata lain, Pemprov DKI diduga melakukan pembelian lahan miliknya sendiri.


Kemudian kasus pembelian lahan milik RS Sumber waras. Ada dugaan pelanggaran tindak pidana atas pembelian lahan ini kaerna tidak sesuai dengan prosedur, dan Pemprov DKI membeli dengan harga lebih mahal dari seharusnya sehingga mengakibatkan kerugian sebesar Rp 191 miliar.

"Ada juga kasus UPS yang terindikasi melibatkan DPRD dan Sekda," kata Adjie.

Dari berbagai kasus tersebut, menurut Adjie, melibatkan pejabat yang sampai hari ini masih aktif di lingkungan Pemprov DKI. Untuk itu mereka perlu dievaluasi agar tidak merepotkan duet Anies-Sandi dalam mengelola pemerintahan. Hal ini makin nampak dari adanya pejabat yang bermanuver, mengabaikan perintah dan terkesan tidak loyal, yang ternyata terindikasi tidak netral pada Pilkada lalu.

"Para relawan Anies Sandi akan selalu mengawasi, mengawal serta mengamankan program kebijakan Gubernur DKI Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan selama lima tahun kedepan. Siapapun yang menganggu pemerintahan Anies-Sandi, para relawan siap pasang badan," kata Adjie yang juga relawan Jokowi Dukung Anies-Sandi pada Pilgub DKI lalu.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya