Berita

Seminar Kebangsaan/RMOL

Nusantara

PBNU: Jadikan Islam Sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 | 21:28 WIB | LAPORAN:

Kelompok-kelompok yang jauh dari moderat tidak bisa mewakili citra Islam di Indonesia. Dalam pandangan Nadlatul Ulama (NU), Islam bukan menjadi aspirasi, melainkan menjadi inspirasi.

Demikian disampaikan Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas saat membuka Seminar Gerakan Merajut Kebangsaan 2017 di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).

Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Islam menjadi inspirasi, ialah dengan mengambil nilai dan sari patinya untuk meningkatkan peradaban. Namun demikian, ia masih yakin, Islam di Indonesia akan selalu moderat selama ada NU.


"Insyaallah Islam di Indonesia masih moderat karena selama ini dikawal oleh Nahdlatul Ulama sebagai Islam Nusantara," terangnya.

Robikin menekankan seminar kebangsaan relevan dengan dunia yang sedang berubah, yakni menguatanya politik identitas.  Politik identitas, katanya, bisa dilihat dari mulai terpilihnya Donald Trump di Amerika Serikat sampai terakhir pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Untuk itu, dia berharap, hasil dari seminar ini dapat tersosialisasi dengan baik, sehingga kebinekaan dan keragaman di Indonesia tetap terjaga dan terawat dengan baik.

"Dengan begitu kebersamaan kita, keberagaman kita bukan ancaman, bukan ancaman tapi semakin memperkokoh kebersamaan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Solehan mengatakan bahwa kegiatan ini tidak lain sebagai kelanjutan dari seminar kebangsaan yang diselenggarakan 27 November lalu.  Dengan kegiatan ini, Ahmad berharap Indonesia bisa lebih beradab dan sejahtera dengan dimulai dari gerakan anti-korupsi.

"Dimulai dari antikorupsi. Korupsi membuat turun peradaban," jelasnya.

Pada acara yang bertajuk "Menuju Masyarakat yang Lebih Beradab" ini hadir tiga pembicara, yaitu Ketua KPK Agus Rahardjo, Ulil Abshar Abdallla, rohaniawan Romo Benny Susetyo dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M Nabil Haroen. [san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya