Berita

Nusantara

Pentolan Pemilih Anies-Sandi: Penontonnya Pakai Narkoba, DWP Harus Diberhentikan Selamanya

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 | 15:13 WIB | LAPORAN:

Demonstran dari beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) menolak acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 yang akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai besok sampai Sabtu (16/12).

Puluhan orang berdemonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/12). Salah satu peserta aksi, Suhadi, mengaku sebagai Ketua Gerakan Masyarakat Pemilih Anies-Sandi (Gempas). Ia menuntut agar DWP tidak digelar lagi di Jakarta pada tahun-tahun mendatang.

"Kami tidak menekan, tapi setidaknya peserta DWP tahu kalau tahun-tahun ke depan enggak akan ada lagi DWP," katanya saat berorasi.


Ia bahkan mengaitkan acara pesta pora penuh dentuman musik elektronik tersebut dengan ancaman kemerosotan moral masyarakat

"Kita lihat DWP ini masalah moral. Mohon Pak Gubernur, dengan kepedulian kita di sini, izin DWP diberhentikan selamanya," lanjutnya.

Dia menuduh orang-orang yang berpartisipasi dan hadir dalam DWP 2017 akan menggunakan obat-obatan terlarang untuk memacu adrenalin. Paling tidak, mereka mengonsumsi minuman keras.

"Kami sudah minta Badan Narkotika Nasional untuk tes urine semua pengunjung yang keluar dari DWP. Mudah-mudahan mau ya.," jelas warga Kemayoran itu.

Menurut dia, budaya pesta pora seperti ditunjukkan ajang DWP tidak mencerminkan budaya ketimuran yang dianut bangsa Indonesia dan masyarakat Kemayoran pada khususnya.

"Kita orang Kemayoran budayanya cuma tiga, salat, silat dan mengaji. Tidak mungkin bisa digabungkan dengan budaya barat," imbuhnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya