Ridwan Kamil (Kang Emil) terus mencari sosok calon wakil ideal guna bertarung di Pilgub Jawa Barat 2018. Emil tidak mau bawa perasaan (baper) dalam memilih pendamping. Bahkan, dia siap menerima keputusan apapun diambil partai pendukungnya.
Menurut Ridwan Kamil, dalam dunia politik dan memilihrekan untuk berkompetisi tidak boleh bawa perasaan atau baper dalam bersikap.
"Dalam politik mah cair. Jadi kalau mau jadi politiÂkus, jangan baper-an. Karena, H-1 juga bisa berubah. Yang penting ikhtiar aja," ujar Emil di Mapolrestabes Bandung, kemarin.
Sifat baper pun dijauhkan Walikota Bandung ini jelang pemilihan cawagub. Dia akan meÂminta masukan dari para tokoh di Jabar pada akhir pekan ini.
Dia berharap keputusan meÂnentukan calon wakilnya ini bisa diterima Nasdem, PKB, PPP dan Partai Golkar, sebagai partai pendukungnya. "Kan kumpul para tokoh untuk berunding minggu ini, mudah-mudahan, tanggal 15 nanti. Lagi nunggu dalam dua tiga hari ini, para tokoh memastikan tanggalnya," jelasnya.
Emil enggan membeberkan para tokoh Jabar akan dimintaimasukan. Dia berharap, langkah diambilnya jadi jalan terbaik. Terlebih, setiap partai pengusung mengusulkan kadernya untuk menjadi cawagub. "Partai koalisi kan mengirimkan satu calon mereka sudah oke, termasuk PPP," ujarnya.
Tiga dari empat partai penÂgusung mengusulkan kadernya sebagai cawagub, pendampÂing Emil. Yakni Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda, kader PPP Uu Ruzhanul Ulum dan kader Golkar Daniel Muttaqien. Sementara partai pengusung pertama, Nasdem tidak mengusulkankadernya untuk posisi cawagub.
Sudrajat Ngaku Tidak PopulerBalon Gubernur Jabar dari Partai Gerindra Mayjen (Purn) Sudrajat mengaku dirinya tidak populer dan tidak memiliki modal popularitas dan elektaÂbilitas.
Salah satu upaya meningkatÂkan popularitas, Sudrajat mulai roadshow keliling Jabar, dimulai dari Kota Bandung.
"Ini salah satunya bertemu hari ini. Memang dalam konteks pemilihan umum selalu ada nilai popularitas elektabilitas yang tentu dikenal masyarakat. Saya mengakui diri saya sendiri tidak cukup populer," ungkap Sudrajat kepada wartawan di Jalan Progo, Kota Bandung, kemarin.
Dengan roadshow yang akan dijalaninya, Sudrajat optimistismasyarakat Jabar dalamwaktu dekat bisa mengenalnya."Masyarakat Jabar pernah mengenal saya di tahun 90-an dan 2000-an. Mudah-mudahan dengan roadshow bisa mengingatkanmasyarakat Jabar siapa saya," tuturnya.
Meski demikian, Sudrajat mengaku telah memiliki
tagline bebersih seperti yang sudah dikemukakannya saat deklaraÂsi di kediaman Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Di Hambalang secara garis besar saya sampaikan pokok-pokok pikiran yang saya rangÂkum sebagai bebersih. Bersih lingkungan baik fisik, mental, maupun sistem pemerintahan. Rakyat harus mulai bebersih dan ini menjadi
tagline dan rencana saya ke depan," akunya.
Niat Gerindra, lanjut Sudrajat, adalah membereskan Jabar agar lebih produktif serta jadi provinsi pendapatan per kapitanya naik. "Penggangguran adalah isu mengemuka. Yang jelas, dengan bebersih kita ingin meningkatÂkan kapasitas Jabar di segala bidang," tandasnya.
Soal konsep pembangunan di Jabar, Sudrajat mengaku belum bisa menjelaskan secara detil. "Saya hari ini tidak bisa memberikan langkah-langkah bagaimana (membangun) Jawa Barat. Tapi hari ini saya ingin memperkenalkan diri bahwa saya calon gubernur dari Partai Gerindra," ujar Sudrajat.
Sudrajat menjelaskan, visi misi dalam membangun Jawa Barat sesuai dengan visi misi Partai Gerindra.
"Tujuan kita sesuai platform visi serta misi Partai Gerindra. Intinya memeperbaiki Jawa Barat agar lebih maju. Detail teknis ada saatnya dan ada waktnya saya kemukakan," ungkapnya. ***