Berita

Bisnis

Kebutuhan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru Di Sumut Aman

RABU, 13 DESEMBER 2017 | 05:00 WIB | LAPORAN:

Kebutuhan bahan pokok jelang Natal 2017 dan pergantian tahun untuk wilayah Sumatera Utara dipastikan aman.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi dalam acara Rakor Bahan Pokok Menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Gedung Bank Indonesia, Medan, Selasa (12/12).

"Jadi kebutuhan pangan tercukupi. Kementerian Pertanian menjamin ketersediaan pangan di wilayah Sunatera jerang hari raya Natal dan tahun baru aman," jelas Agung.


Meski demikian, Agung tak menampik bila kenaikan harga kerap terjadi jelang perayaan haru besar keagamaan. Ia berharap pedagang mematuhi harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah untuk beberapa jumlah bahan kebutuhan pokok.

"Artinya tidak boleh melebihi harga HET. Kenaikan sedikit itu wajar tapi jangan sampai mencekik masyarakat," kata Agung.

Untuk itu, Agung berharap peran serta Kementerian Perdagangan dalam menjaga distribusi stok makanan. "Artinya kita juga meminta bantuan Kementerian Perdagangan dalam menjaga rantai distribusi stok pangan. Karena ini sangat penting menjaga melonjaknya harga di pasar," pinta Agung.

"Untuk Sumatera Utara semua kebutuhan pokok terkendali. Selebihnya tergantung distribusinya. Jangan sampai ada yang memainkan," tambah Agung lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdaganhan Kementerian Perdagangan, Kasan mengaku siap mengamankan rantai distribusi stok makanan di Sumatera Utara. Untuk itu, Ia mengimbau agar seluruh distributor melapor ke dinas terkait.

"Distribusi pangan akan kita amankan," singkatnya.

Sementara itu Kepala Divisi Regional Bulog Sumatera Utara, Benhir Ngkaimi melaporkan saat ini pihaknya memiliki stok beras sebanyak 40 ribu kilogram dengan kebutuhan konsumsi rata-rata masyarakat hanya 10 ribu per bulan. Selain itu juga ada 7 ton bawang putih sementara kebutuhan masyarakat hanya 2 ton per bulan. Kemudian terdapat stok 36 ribu kilogram minyak goreng dengan kebutuhan konsumsi 15 ribu kilogram per bulan dan 12 ribu ton gula dengan konsumsi 9 ribu ton per bulan.

"Jadi untuk dua bulan ke delan yakni Desember 2017 dan Januari 2018 kebutuhannya masih aman," demikian Benhir.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya