Berita

Rizal Ramli/Net

Bisnis

Rizal Ramli: Pemotongan Anggaran Cuma Bikin Senang Kreditur

SELASA, 12 DESEMBER 2017 | 23:48 WIB | LAPORAN:

Pemotongan anggaran dan pengetatan pajak tidak dipilih Rizal Ramli dalam upaya meningkatkan perekonomian Indonesia, pada saat dirinya dipercaya menjabat menko ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid.

Menurut Rizal Ramli, cara-cara tersebut justru hanya menguntungkan kreditur atau pemberi utang. Karenanya yang dilakukan adalah strategi pembangunan ekonomi.

"Karena kalau kita potong anggaran ada sisa uang buat bayar kreditur, pasti rating Indonesia dinaikkan, tapi itu cara paling gampang buat menyenangkan kreditur. Kami tawarkan growth strategy. Bahwa kita saat itu posisi minus tiga dalam waktu dua tahun akan kami naikkan di atas tiga yakni enam persen," terang dia dalam talk show Tokoh Kita yang disiarkan Jak TV, Selasa (12/12).


Kepada bos-bos analis di Amerika Serikat kala itu, Rizal Ramli dan tim kemudian memaparkan cara untuk menerapkan growth strategy tersebut. Pemaparan itu lalu diuji mulai dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

"Salah satu yang kami katakan adalah real estate adalah kepala naganya daripada ekonomi. Kalau Real Estate hancur, ekonomi anjlok beberapa kuartal kemudian. Kalau ini bangkit sektor lain akan bangkit," jelasnya.

Kepada para analis, ekonom senior ini juga menjelaskan akan melakukan restrukturisasi semua aset properti ketika kembali ke Indonesia. Tujuannya, untuk membangkitkan kembali gairah di sektor itu.

"Kita potong bunga yang ketinggian dan kita lakukan. Sehingga saya dianggap penyelamat sektor properti saat itu," tambah Rizal Ramli.

Kemudian menyetop impor selama dua tahun agar ekonomi masyarakat tidak hancur. Serta menaikkan gaji pegawai negeri agar daya beli meningkat.   

"Hasilnya dalam waktu 21 bulan ekonomi naik minus tiga persen sampai hampir 4,5 persen. Dengan utang yang justru berkurang. Kita lakukan langkah-langgkah inovatif dalam pengelolaan utang," imbuh Rizal Ramli. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya