Berita

Foto : Dok/Kemnaker

PKB Yang Baik Menjadi Kunci Hubungan Industrial Yang Harmonis

SENIN, 11 DESEMBER 2017 | 22:15 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kunci hubungan industrial yang harmonis terletak pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara pekerja dengan manajemen.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri, saat penandatanganan PKB  Periode Tahun 2017-2019 antara PT. Bank Rakyat Indonesia  (Persero) dengan Serikat Pekerja PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Jumat (8/12).

"PKB sangat penting untuk membuat hubungan industrial menjadi kondusif. Ini merupakan instrumen untuk melindungi secara keseluruhan baik pekerja maupun manajemen," kata Menaker Hanif


Menurut Menaker, pelaksanaan PKB harus dikawal dengan baik sehingga tujuan bersama bisa tercapai.

Dikatakan Hanif, berdasarkan hasil survey World Bank, perusahaan yang memiliki serikat pekerja dan melakukan penandatangan PKB dengan manajemen, hasilnya 96 persen pekerja merasa puas.

Selama ini, kata dia, ada dua masalah utama yang sering muncul dalam penandatangan PKB. Pertama, permasalahan dalam menentukan representasi dari serikat pekerja. Kedua, penentuan agenda dan tata tertib.

"Saya bangga karena BRI hanya memiliki satu serikat pekerja, sehingga dalam pelaksanaannya akan jauh lebih mudah," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, serikat pekerja dan manajemen selalu bahu membahu untuk menjadikan BRI semakin besar dan besar.

"Teman-teman serikat pekerja tidak ada yang aneh-aneh, di BRI hanya ada satu serikat pekerja, ini patut kita syukuri dan dipertahankan," ujarnya.

Suprajarto menambahkan, BRI secara periodik selalu melakukan pembaharuan PKB dengan menyesuaikan dinamika kerja yg terus berkembang.

"Saat ini terjadi perubahan yang sangat cepat di bidang teknologi, dan ini berpengaruh terhadap wajah persaingan perbankan, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang bagus antara pekerja dan manajemen serta perlu melakukan inovasi supaya BRI semakin kompetitif," paparnya.

Senada dengan Suprajarto, Ketua Umum Serikat Pekerja BRI Ruslina Harsono menegaskan, kesepakatan PKB ini terjadi karena adanya niat baik, niat tulus, dan rasa saling percaya antara kedua pihak.

"Dengan adanya PKB ini, semoga kedepannya kesejahteraan pekerja semakin meningkat." [dzk]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya