Berita

Nasaruddin Umar/Net

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (123)

Mendalami Sila Kelima: Menegakkan Keadilan Dan Hukum

SENIN, 11 DESEMBER 2017 | 10:11 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

TIDAK mungkin ada kea­dilan tanpa penegakan hu­kum. Penegakan hukum tidak boleh berpihak atau membeda-bedakan antara satu warga dengan war­ga lain. Nabi Muhammad Saw pernah mencontohkan sebuah pernyatan penting: "Seandainya Fatimah (putri tunggal Nabi) mencuri maka tetap akan dihu­kum dengan potong tangan." Sayyidina Umar terkenal sahabat yang sangat tegas menegak­kan hukum dan keadilan. Dalam Fikih Umar, tanah yang tidak digarap oleh pemiliknya selama lima tahun berturut-turut dikategorikan sebagai barang hilang (luqathah). Ini dilakukan untuk mencegah monopoli tanah oleh sekelompok kecil orang yang kaya sementara orang miskin tidak mempunyai kesempatan memperoleh tanah atau lahan.

Sehubungan dengan ini menarik juga untuk disimak sebuah hadis panjang diungkapkan oleh Imam al-Nawawi dalam kitab Riyadh al-Shalihin, kitab wajib bagi setiap santri di Indonesia. Hadis-hadis yang terpilih di dalam kitab hadis ini telah melalui seleksi ketat, semuanya adalah hadis shahih, khususnya koleksi hadis Imam Bukhari dan Muslim, yang dikenal perawih yang amat ketat. Komposisi dan tata urutan hadis juga ditata sedemikian rupa sehingga secara psikologis orang yang membaca dan menghayati isi kitab ini akan mengalami pencerahan.

Hadis itu menceritakan seorang laki-laki pen­jahat yang sangat brutal. Suatu hari ia mencari seorang ulama untuk berkonsultasi. Akhirnya ia ketemu seorang ulama lalu ia bertanya: "Apa masih ada kemungkinan Tuhan memaafkan dosa-dosa saya, masih ada kemungkinan saya masuk surga?." Sang ulama bertanya: "Dosa-dosa apa saja yang engkau pernah lakukan?." Dijawab: "Semua dosa-dosa paling besar saya pernah lakukan, seperti merampok, mem­perkosa, bahkan sudah membunuh 99 orang." Sang ulama terkaget-kaget mendengarkan cerita itu. Sang ulama menjawab: "Jangankan membunuh 99 orang, seorang saja orang yang engkau bunuh pasti engkau masuk neraka." Mendengarkan jawaban itu, si penjahat itu menghunus pedangnya dan menebas leher sang ulama itu, maka jadilah 100 orang yang dibunuhnya.


Si penjahat dengan tenang meninggalkan tempat itu lalu bertanya lagi kepada orang, apakah masih ada ulama lain di tempat ini, lalu diditunjukkan seorang ulama di luar perkampun­gan itu. Alhasil, si penjahat menuju ke tempat ulama yang kedua. Entah apa yang terjadi di tengah jalan si penjahat terjatuh dan meninggal dunia saat itu. Tidak lama kemudian muncul malaikat penjaga neraka mengatakan sudah lama saya tunggu-tunggu kedatanganmu. Tidak lama kemudian muncul juga malaikat penjaga surga mengatakan ini bagianku. Lalu kedua malaikat itu bertengkar memerebutkan si pen­jahat. Malaikat penjaga neraka mengatakan bagaimana mungkin penjahat kelas berat ini menjadi bagianmu? Dijawab malaikat penjaga surga: Diakan sudah menunjukkan bukti ke­sadaran untuk bertobat, sudah berjalan jauh mencari tempat pertobatan. Tidak lama kemu­dian datang malaikat hakim yang diutus Tuhan untuk melerai polemik kedua penegak hukum itu. Jalan keluar yang ditawarkan mengukur jarak perjalanan si penjahat. Berapa langkah dari rumah ulama yang dibunuh dan berapa langkah lagi ke rumah ulama kedua yang dituju si penjahat itu.

Setelah ketiganya melakukan pengukuran, maka ditemukan satu langkah lebih dekat ke rumah ulama kedua. Malaikat hakim memenangkan malaikat penjaga surga kemudian si penjahat waktu hidupnya ternyata terbukti telah melaku­kan pertobatan yang tulus lalu tobatnya diterima oleh Allah Swt, kemudian ia menikmati surga. Demikianlah keadilan dan penegakan hukum tidak bisa dipisahkan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya