Berita

Mahyudin/Net

Jangan Sampai Daerah Penghasil Migas Malah Antri Dan Kesulitan Dapatkan BBM

SABTU, 09 DESEMBER 2017 | 13:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin yang juga anggota DPR RI Komisi VII membuka acara Sosialisasi Pengaturan Terhadap Implementasi Sub Penyalur BBM BPH Migas, di Ballroom Swissbell Hotel, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (9/12).

Acara yang dihadiri beberapa anggota Komite BPH Migas dan perwakilan Pemprov Kalimantan Timur juga dihadiri ratusan praktisi penyalur BBM se Provinsi Kaltim serta perwakilan LSM.

Berbicara seputar BBM, dalam kesempatan tersebut Mahyudin mengungkapkan bahwa ada beberapa daerah yang merupakan penghasil migas terbesar yakni antara lain Kalimantan Timur dan Riau. Tapi, anehnya untuk mendapatkan BBM masyarakat masih harus masih juga antri, sejak subsidi BBM masih berlaku bahkan hingga kini. Di Kalimantan Timur sendiri ada beberapa daerah yang pasokan BBM-nya sangat terbatas sehingga masyarakat antri untuk mendapatkannya.


"Hal tersebut harus diperhatikan pihak-pihak yang berkompeten seperti Pertamina dan BPH Migas jangan sampai daerah penghasil migas besar, rakyatnya malah antri mendapatkan migas atau malah kosong BBM sekali lagi harus diperhatikan lagi," kata Mahyudin dalam rilis Humas MPR.

Perhatian pemerintah, lanjut Mahyudin, dengan melakukan sosialisasi terkait pengaturan terhadap implementasi sub penyalur BBM sangat diapresiasi. Mahyudin juga sangat menghargai program pemerintah yang ingin mengatur harga BBM satu harga di seluruh Indonesia dimana yang paling diprioritaskan adalah daerah-daerah terpencil dan daerah terdepan serta terluar.

"Sebenarnya masalah yang paling besar yang harus diperhatikan dari soal penyaluran BBM adalah masalah transportasi yang sangat besar di daerah-daerah terpencil. Bahkan di Papua pernah tembus harga 500 ribu perliter. Bagaimana kesejahteraan akan naik di sana, sehingga tumbuh subur gerakan radikal ingin memisahkan diri dari Indonesia. Benang merahnya adalah masalah keadilan," ujarnya.  

Tapi, lanjut Mahyudin, sekarang di Papua sudah diterapkan satu harga. Kedepan mungkin bisa ditetapkan pemerintah daerah boleh menetapkan harga ongkos angkut sampai di daerah-daerah terpencil sehingga harga jualnya bisa sesuai dengan keinginan pemerintah. Yang mesti diperhatikan juga dan dilakukan adalah penertiban seputar bisnis penyaluran BBM. Pengaturan yang tegas soal peruntukan konsumsi BBM untuk rakyat dan industri harus tegas dilaksanakan.

Diutarakan Mahyudin, diharapkan jika penerapan satu harga nasional ini diterapkan total, maka rakyat akan merasakan keadilan yang paripurna dan keadilan nasional akan tercapai sesuai amanah konstitusi dan Pancasila. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya