Berita

Antonio Gueterres/Net

Global

14 Penjaga Perdamaian Tewas Diserang, Sekjen PBB Sebut Kejahatan Perang

SABTU, 09 DESEMBER 2017 | 07:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah serangan yang sengaja dilakukan pada pasukan penjaga perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo pekan ini merupakan bentuk kejahatan perang.

Begitu pernyataan keras Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (Jumat, 8/12). Ia menyebutnya sebagai serangan terburuk terhadap pasukan penjaga perdamaian dalam sejarah baru-baru ini.

Dalam insiden yang terjadi di Kivu Utara, sebuah provinsi timur yang berbatasan dengan Rwanda dan Uganda itu, setidaknya 14 penjaga perdamaian tewas dan 53 lainnya luka-luka. Pejabat misi yakin kelompok pemberontak Pasukan Demokratik Sekutu melakukan serangan tersebut.


Guterres menjelaskan bahwa dalam insiden itu, sedikitnya lima anggota angkatan bersenjata Kongo juga dibunuh.

"Serangan terhadap mereka yang bekerja dalam pelayanan perdamaian dan stabilitas di Republik Demokratik Kongo sangat pengecut dan merupakan pelanggaran serius," kata Maman Sidikou, perwakilan khusus sekretaris jenderal di negara tersebut seperti dimuat CNN.

Misi PBB akan mengambil semua tindakan untuk memastikan bahwa pelaku bertanggung jawab dan dibawa ke pengadilan. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya