Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Pameran CSI Tekankan Pentingnya Keamanan Siber Di Era Digital

KAMIS, 07 DESEMBER 2017 | 20:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Beragam produk, jasa serta teknologi teranyar dalam sektor keamanan dipamerkan dalam Pameran dan Konferensi Cyber Security Indonesia (CSI) di Jakarta pekan ini.

Acara tersebut digelar di Jakarta Convention Center pada tanggal 6 hingga 7 November. Acara yang mengangkat tema "Shaping Indonesia’s Capacitiy for A Cyber-Secure Nation” ini digelar oleh Tarsus Indonesia dan ditempatkan dalam satu lokasi dan waktu yang sama dengan Airport Solution Indonesia (ASI) 2017.

CSI sendiri merupakan kegiatan perdana yang digelar untuk membantu perusahaan dari seluruh elemen untuk bersiap menghadapi konflik dan gangguan keamanan siber di era digital saat ini.


Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat Indonesia merupakan pasar potensial bagi bisnis informasi dan keamanan siber karena rawan terhadap serangan siber seperti malware, ransomware, maupun hacking dan pencurian data.

Untuk menjawab tantangan tersebut, CSI 2017 menghadirkan beberapa produsen utama yang memasarkan produk-produknya dalam bentuk pameran dan konferensi.

Konferensi akbar tersebut secara keseluruhan berfokus pada tren regional dan global dalam sektor keamanan siber yang diisi oleh para praktisi dan profesional dari berbagai latar belakang.

Salah satu pemateri dalam konferensi tersebut juga berasal dari Kementerian Pertahanan, yakni Kepala Pusat Data dan Informasi Marsama TNI Yusuf Jauhari, M.Eng. Ia berbicara mengenai "Information Sharing" yang digunakan untuk menangkal ancaman dan serangan siber.

"Information sharing" yang dimaksud dapat berupa publikasi artikel, buletin, kajian dan segala bentuk publikasi informasi dalam sektor keamanan siber.

Menururnya, hal tersebut dapat mencegah tersebarnya ancaman ke pihak-pihak yang belum mengalami hal tersebut serta dapat memberikan solusi atau sekedar informasi bagi yang sedang mengalami serangan.

Namun Yusuf tidak memungkiri bahwa masih ada masalah salam information sharing ini, terutama dalam masalah trust atau kepercayaan.

"Akan lebih mudah memulai kerja sama secara informal dan person to person, bila dibandingkan dengan formal institutional yang membutuhkan waktu yang lebih panjang dantahapan lainnya,” ujarnya dalam paparan materinya.

Yusuf juga memberikan rekomendasi terkait konsep information sharing tesebut dengan  membangun regulasi.

"Sebaiknya ada suatu legal framework yang dapat menjadi dasar melaksanakan information sharing dalam hal keamanan siber tentu saja yang dimaksud berbagi disini tanpa mengorbankan prinsip-prinsip keamanan terhadap informasi yang sensitif,” ujarnya seperti keterangan yang diterima redaksi. [sam]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya