Berita

Foto/RMOL

Bisnis

INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5 Persen Sangat Memprihatinkan

KAMIS, 07 DESEMBER 2017 | 14:36 WIB | LAPORAN:

. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak bergerak dari angka 5 persen menjadi sorotan.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi yang hanya 5 persen memang menempatkan Indonesia di peringkat tiga negara-negara G20.

"Tapi apakah pertumbuhan 5 persen itu mencukupi untuk penduduk Indonesia?" kata dia dalam diskusi Pergerakan Kedaulatan Rakyat bertajuk 'Growth Stagnan 5 Persen Indonesia Tertinggal Dari Negara Tetangga' di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (7/12).


Angka pertumbuhan ekonomi yang hanya 5 persen menurut dia tidak cukup untuk menjadikan masyarakat Indonesia hidup sejahtera. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi itu tidak sebanding dengan angka pertambahan jumlah penduduk di Indonesia.

"Rata-rata tenaga kerja baru per tahun tumbuh, 2 juta, maka kalau 5 persen maka yang bisa tertampung hanya 200 ribu," jelasnya.

Lebih lanjut, Enny mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN, pertumbuhan ekonomi Indonesia sesungguhnya sangat memprihatinkan.

"Kalau kita bandingkan, cuma Brunei yang di bawah Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia dan lain-lain trennya naik. Indonesia malah stagnan di 5 persen," demikian Enny. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya