Berita

Mahfud MD/net

Nusantara

Mahfud MD Kritik Metro TV Yang Asal Mencari Narasumber

RABU, 06 DESEMBER 2017 | 09:34 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyesalkan pengawasan stasiun Televisi (TV) yang tidak profesional dalam menghadirkan narasumber.

Salah satu yang dikritik oleh Mahfud adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh Nani Handayani, yang diklaim sebagai ustadzah, dalam acara Syiar Kemuliaan yang ditayangkan Metro TV.

"Mohon perhatian @Metro_TV Ini kesalahan fatal. Kesannya, asal mencari narsum krn yang mencari tidak paham. Acr syiar kemuliaan @Metro_TV sangat digemari, jgn salah kelola," kicau Mahfud melalui akun twitter pribadinya @mohmahfudmd, Rabu (6/12).


Menurut Mahfud kesalahan yang dilakukan oleh televisi milik Surya Paloh tersebut tak mungkin dilakukan tanpa kesadaran. Sementara narasumber yang hadir pun memilih nekat untuk tampil di siaran publik.

"Kan sudah saya bilang, tak mungkin disengaja oleh @Metro_TV. Ini ketidakprofesionalan yg memilih narsum dan narsumnya sendiri nekat," tambahnya.

Pakar Hukum Tata Negara tersebut mengaku sudah sejak lama mengusulkan agar setiap stasiun TV memiliki tim seleksi pengisi acara agama yang kuat. Jangan sampai kata dia, narasumber yang dihadirkan sekadar pintar bicara dan memiliki wajah rupawan di depan kamera.

"Kalau itu benar, itu kesalahan fatal oleh @Metro_TV dlm memilih narsum dakwah. Sy sdh lama usul agar setiap stasiun TV punya Tim seleksi pengisi acara agama yg kuat. Selama ini bnyk TV yg mengambil sembarang orang seakan hanya mensyaratkan pandai omong dan wajah kamera. Hati2," pungkasnya.

Menurut Mahfud apa yang dituliskan Nani Handayani benar-benar salah. Tulisan-tulisan ayat Alquran yang ditampilkan menunjukkan jika Nani tidak paham kaidah bahasa Arab sama sekali. Menurut Mahfud Nani terlihat jelas tidak paham nahwu dan sharaf dalam kaidah Arab dan juga huruf Alquran. Dari 6 kata potongan ayat Alquran yang ditampilkan salahnya ada tiga.

"Kita hormati, mungkin ybs punya semangat ibadah yg baik. Tp itu sj tdk cukup utk berceramah di ruang publik dgn menggunakan teks nash. Tdk mungkin ada kesengajaan dari @Metro_TV Sy jg pernah mengisi beberapa kali di Syiar Kemuliaan di Metro TV, jd tulisanya langsung, tak mungkin direkayasa scr digital oleh teknisi. OK, kita akhiri diskusi koreksinya. Kita jg mhn maaf kpd ustadzah dan @Metro_TV krn melakukan koreksi terbuka sbb masalahnya di ruang publik," ungkapnya.

Tak hanya Metro TV, Mahfud juga menyentil televisi milik pemerintah yakni TVRI yang juga pernah melakukan kesalahan fatal karena asal memilih narasumber.

"Bkn hny di TV Swasta. Di TVRI jg ada narsum yg tdk bs baca ayat Qur'an. Dia nyuruh org lain membaca ayat lalu membuat tafsir sambil melawak," demikian Mahfud. [san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya