Berita

Nusantara

PILKADA JABAR

Tiga Kandidat, Gerindra Diprediksi Tetap Dukung Deddy Mizwar

RABU, 06 DESEMBER 2017 | 08:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Situasi politik menjelang Pikada Jawa Barat 2018 sudah mulai menemukan bentuk dan warna. Setidaknya hingga hari ini dapat diprediksi akan tampil tiga kandidat di Pikada Jabar.

Pertama, pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu yang sudah pasti didukung oleh PKS, Partai Demokrat dan PAN. Kedua, Ridwan Kamil yang didukung oleh Partai Nasdem, PKB dan Partai Golkar. Ketiga, pasangan kandidat yang akan diajukan oleh PDIP, yang saat ini dalam penggodokan dan akan diumumkan pada waktu yang tepat oleh Ketua Umum Megawati.

"Jika kita perhatikan konfigurasi koalisi partai politik di Pilgub Jabar, yang paling solid adalah koalisi pengusung Deddy Mizwar. Dari spektrum yang ada, kami perkirakan Partai Gerindra akan kembali ke pangkuan ideologis, yaitu mendukung Deddy Mizwar bersama PKS, Demokrat dan PAN," ujar Direktur Pusat Kajian Survei Opini Publik (PKSOP), Ziyad Falahi, Rabu (6/12).


Dia mengungkapkan, agak sulit jika Partai Gerindra mengusung Ridwan Kamil yang telah bertindak 'tidak etis' melukai hati pendiri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang telah berjasa menyulapnya menjadi manusia politik yang terpandang seperti saat ini.

Demikian juga, agak aneh jika Partai Gerindra sebagai pemimpin oposisi banting stir mendukung kandidat calon Gubernur Jabar yang diajukan oleh PDIP sebagai partai berkuasa.

Sementara ini, koalisi pendukung Ridwan Kamil terlihat masih sangat keropos, terutama dihadapkan pada situasi terbaru penetapan status tersangka dan penahanan terhadap Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto.

Bahkan, jika di akhir Desember 2017 atau awal Januari 2018 digelar Munaslub Partai Golkar untuk mengganti Setya Novanto selaku Ketua Umum, maka terbuka peluang koalisi Nasdem-Golkar bakal bisa 'cerai' di tengah jalan.

Kondisi internal Golkar juga diperparah dengan tidak solidnya dalam menentukan arah koalisi. Terlebih, Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar Provinsi Jabar yakni Dedi Mulyadi, sangat berambisi maju jadi Cagub maupun Cawagub Jabar.

"Tentu sangat wajar jika Dedi Mulyadi selaku Ketua Golkar Jabar tidak setuju koalisi dengan Nasdem untuk mengajukan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur yang diputuskan oleh Setya Novanto. Peluang sangat besar untuk memenangkan Jabar, justru jika Partai Golkar bersatu dengan PDIP mengusung pasangan Puti Soekarno-Dedi Mulyadi atau TB Hasanudin-Dedi Mulyadi," tegas Ziyad.

Pengamat politik alumnus pascasarjana UI tersebut menilai, kans PDIP yang memiliki 20 kursi di DPRD Jabar sangat terbuka luas, karena memiliki 20 kursi yang dapat mengajukan calonnya sendiri di Pilgub Jabar, tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.

Tapi, dia sarankan, sebaiknya PDIP mengajukan salah satu kadernya untuk menggandeng kader Partai Golkar guna meningkatkan peluang keterpilihan (elektabilitas) di Pilkada Jabar medio Juni 2018 mendatang.

"Sebuah kesalahan sangat besar jika PDIP kembali tak mengajukan kadernya sendiri di Pilgub Jabar. Di Jawa Timur, banyak kader akar rumput sangat kecewa karena PDIP yang mempunyai segudang kader berkualitas, tapi justru tak diajukan berlaga di arena pilkada," pungkas Ziyad. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya