Berita

Trump/net

Jaya Suprana

Gerakan Mengikis Demokrasi

RABU, 06 DESEMBER 2017 | 08:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DONALD Trump sedang memimpin gerakan mengikis demokrasi di Amerika Serikat. Semangat polarisasi partisan yang digelorakan di masa kampanye kepresidenan berhasil membawa Trump ke tahta kepresidenan AS ternyata dilanjutkan setelah pilpres usai. Secara lambat namun pasti semangat polarisasi partisan makin memperburuk suasana demokrasi di masa kepresidenan Trump bersama setiap kata-kata kotor dan kasar yang dilontarkan Trump melalui pemberitaan media massa mau pun kicauan twitter pribadi.

Konflik Partisan

Menurut penelitian Pew Research Center, konflik partisan pada nilai-nilai dasar politik seperti isyu toleransi, diskriminasi sex , diskriminasi SARA memang hadir pada masa kepresidenan Baack Obama namun kesenjangan nilai-nilai dasar politik itu makin diperparah oleh sepak-terjang dan ucapan-ucapan Trump pada tahun pertama kepresidenan dirinya.


Sebagai pengantar buku “How Democracies Die”, pasangan ilmuwan politik Harvard, Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt menulis sebagai berikut (lebih baik tidak diterjemahkan ke bahasa Indonesia agar tidak kehilangan sukma aslinya) : Over the past two years, we have watched politicians say and do things that are unprecedented in the United States — but that we recognize as having been the precursors of democratic crisis in other places. We feel dread, as do so many other Americans, even as we try to reassure ourselves that things can’t really be that bad here.  American politicians now treat their rivals as enemies, intimidate the free press, and threaten to reject the results of elections. They try to weaken the institutional buffers of our democracy, including the courts, intelligence services, and ethics offices. American states, which were once praised by the great jurist Louis Brandeis as ‘laboratories of democracy,’ are in danger of becoming laboratories of authoritarianism as those in power rewrite electoral rules, redraw constituencies, and even rescind voting rights to ensure that they do not lose.  

Analogi

Apabila kita melirik ke negara kita sendiri maka terasa bahwa apa yang sedang terjadi di Amerika Serikat pasca Pilpres 2016 juga sedang terjadi dalam bentuk lain namun serupa meski tak sama di Indonesia pasca Pilkada 2016. Masih ada pihak-pihak tertentu yang tidak mau dan tidak mampu “move on” maka terus menerus memusuhi tokoh yang dipilih oleh mayoritas rakyat akibat tidak menerima kenyataan kekalahan  tokoh pujaan dirinya. Insya Allah, pihak yang masih belum bisa “move on” berkenan menyimak dan berupaya menghayati apa sebenarnya yang terjadi di Amerika Serikat sebagai dampak Donald Trump menjadi Presiden dengan gaya kasar dan kata-kata kotornya yang didukung dan dibenarkan secara dogmatis fundamentalis alias membabibutatuli oleh para   pendukung apalagi pemuja Trump.

Marilah kita bersama bersatupadu dalam menjaga dan mencegah jangan sampai gerakan mengikis demokrasi merajalela di Indonesia. Jangan sampai demokrasi layu sebelum berkembang di persada Nusantara tercinta ini. [***]

Penulis adalah warga Indonesia pendamba demokrasi di Indonesia.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya