Berita

Foto/Humas Kementerian Koperasi dan UKM

50 Persen Target KUR 2018 Dialokasikan Ke Sektor Produktif

RABU, 06 DESEMBER 2017 | 05:16 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pemerintah menargetkan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 120 triliun dengan bunga diturunkan menjadi 7 persen pada 2018. Untuk target sebesar itu, 50 persen diantaranya atau Rp 60 triliun dialokasikan ke sektor produktif.

"Ini sudah diputuskan di KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan), adanya subsidi bunga ini harus memberikan added value bagi UMKM," ujar Yuana Sutyowati, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, usai membuka Gebyar Akhir Tahun Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) dengan UMKM, di Jakarta, Selasa (5/12).

Yuana menambahkan sektor produktif yang menjadi dituju misalnya manufaktur, agribisnis maupun pertanian. Menurutnya, dampak positif dari penyaluran kredit ini dapat menaikkan Produk Domestik Bruto sekaligus memberikan nilai tambah, dan penyerapan tenaga kerja. Terlebih segmen UMKM yang jumlahnya mencapai 59 juta, masih sangat luas untuk digarap.


"Data Bank Indonesia menunjukkan dari jumlah itu baru 19,1 persen yang tersentuh oleh bank, artinya masih  80,9 persen yang belum diakses perbankan," katanya.

Lebih lanjut Yuana mengapresiasi kegiatan gebyar akhir tahun yang dilakukan KKMB dalam membimbing dan membuat UMKM bisa bankable. Terlebih untuk usaha mikro, pendampingan dilakukan secara gratis.

Yuana berpesan, KKMB yang memiliki 14 wilayah di Indonesia, bisa bersinergi dengan para konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu yang tersebar di 51 daerah.

Ketua DPP KKMB Nasional Bambang Suharto mengatakan
gebyar akhir tahun dengan UMKM ini digelar sebagai komitmen KKMB dalam memberdayakan UMKM sekaligus memperluas jaringan pemasaran UMKM.

"Perhimpunan KKMB saat ini sudah ada di 14 propinsi dengan jumlah anggota 300 orang dan akan terus bertambah baik wilayah maupun anggotanya," jelasnya.

Mengenai kiprah KKMB, Bambang menjelaskan tahun 2016/2017, KKMB membantu menfasilitasi 2.500 Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), membantu menfasilitasi sertifikat halal bagi 150 UMKM, penjualan online bagi 575 pengusaha, akses KUR bagi 470 UMKM.

Pihaknya juga akan meluncurkan pasar terintegrasi pada awal 2018 yang membantu masalah pemasaran online, pembiayaan dan konsultasi bisnis. [nes]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya