Berita

Foto: RMOL

Hukum

BPK Dapat Karangan Bunga Tuntaskan Audit TPK Koja, Global Bond dan Kalibaru

SELASA, 05 DESEMBER 2017 | 22:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapat kiriman karangan bunga awal pekan ini. Karangan bunga tersebut berisi dukungan penuntasan audit investigatif proyek Pelindo II mencakup perpanjangan kontrak TPK Koja, Global Bond dan proyek pembangunan Kalibaru.

Karangan bunga yang dikirimkan tersebut berasal dari Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Karangan bunga itu diletakan di depan gedung BPK dan bertuliskan dukungan bagi BPK. Tulisannya berbunyi "SPJICT Mendukung BPK Menuntaskan Audit KSO TPK Koja, Kalibaru dan Global Bond” #BPKbisa


Sekretaris Jendral SP JICT M Firmansyah Sukardiman mengatakan, karangan bunga tersebut dikirimkan oleh SP JICT sebagai bentuk dukungan untuk BPK dalam menuntaskan audit investigatif kasus Pelindo II.

"Ini bentuk dukungan SP JICT untuk BPK dalam menyelesaikan audit investigatif kasus perpanjangan TPK Koja, global bond dan proyek pembangunan Kalibaru atau NPCT-1," kata Firman, di Jakarta, Selasa (5/12) seperti keterangan yang diterima redaksi.

Sebelumnya Pansus Pelindo II meminta BPK untuk melakukan audit investigatif kasus-kasus Pelindo II. Salah satu audit yang sudah selesai yakni kasus perpanjangan kontrak PT JICT.

Dalam laporan BPK, kasus ini terbukti merugikan negara minimal Rp 4,08 trilyun dan melanggar Undang-Undang. Saat ini, Kasus JICT dalam penyidikan KPK.

Lain hal dengan kasus TPK Koja. Ada indikasi korupsi karena nilai penjualannya. Pada 26 Juni 2000, TPK Koja dijual kepada Hutchison senilai USD 150 juta. Namun pada tahun 2015 hanya dihargai USD 50 juta. Padahal produktivitas dan keuntungan meningkat hampir 2 kali lipat.

Pelindo II juga tersangkut kasus global bond. Surat hutang luar negeri ini diterbitkan tahun 2015. Namun proyek-proyek infrastruktur pelabuhan yang pendapatannya akan digunakan untuk membayar hutang global bond, belum juga dibangun sampai sekarang.

Dalam klausul perjanjian penerbitan, perpanjangan JICT dan TPK Koja dijadikan jaminan pembayaran bunga hutang.

Kasus teranyar yakni proyek pembangunan Kalibaru. Proyek ini menelan dana Rp 12 trilyun dengan kapasitas 1,5 juta TEUs (ukuran petikemas 20 kaki).

Dengan kapasitas yang sama dan spek lebih modern, biaya pembangunan pelabuhan Teluk Lamong Surabaya kurang dari setengahnya atau Rp 6 trilyun.

Belum lagi kepemilikan saham 51% Pelindo II senilai USD 15 juta dibiayai oleh konsorsium asing PSA Singapura bersama Mitsui dan NYK dari Jepang. Konsorsium ini yang mengoperasikan pelabuhan Kalibaru.

“Jika dihitung waktu kerja 90 hari sejak 27 Juli 2017, seharusnya seluruh audit selesai tanggal 4 Desember kemarin. Kami percaya terhadap intergritas BPK dan  yakin BPK akan menuntaskan audit investigatif tersebut” pungkas Firman. [sam]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya