Berita

Foto/Net

On The Spot

Bakal Lokasi Rumah DP Rp 0 Masih Ditumbuhi ilalang Tinggi

Dekat TPU Pondok Kelapa
SELASA, 05 DESEMBER 2017 | 09:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebidang tanah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, jadi bakal lokasi pembangunan rumah down payment (DP) Rp 0 yang digagas Gubernur dan Wagub DKI Jakarta.

Tanah tersebut merupakan lahan milik BUMD PD Pembangunan Sarana Jaya (PSJ). Tidak sulit menemukan lokas­inya. Letaknya hanya sepelem­paran batu dari TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Selain itu, posisinya pun cukup strat­egis, berada di pinggir jalan yang cukup ramai, Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa.

Di bagian depan lokasi, ter­pampang nama Pondok Kelapa Village. Dilihat dari depan, di lokasi tersebut memang belum ada fisik bangunan hunian, han­ya ada kantor pemasaran Pondok Kelapa Village dalam keadaan kosong dan dirantai gembok. Ada beberapa petugas keamanan yang tengah berjaga.


Pantauan di halaman web PD PSJ, Pondok Kelapa Village direncanakan jadi hunian warga berupa apartemen. Tertulis, luas lahannya sekitar 3,6 hektaree dan akan dibangun apartemen setinggi 20 lantai.

Dari pengamatan, lahan milik PD PSJ dibagi menjadi beberapa bagian dan dibatasi tembok be­ton. Selain lahan yang menjadi kantor pemasaran, terdapat juga lahan kosong mengarah ke utara, tepatnya ke arah TPU Pondok Kelapa.

Ada beberapa akses menuju lahan di balik tembok beton. Salah satunya, melewati pasar kaget di samping proyek. Lahan kosong tersebut tepat berada di samping perumahan karyawan Pemda DKI Pondok Kelapa, te­patnya di Jalan G. Lahan kosong tersebut hanya dibatasi tembok setinggi dua meter.

Dari tembok tersebut dapat terlihat lahan kosong sekitar satu hektare yang ditumbuhi ilalang cukup tinggi dan sampah yang berserakan. Hal yang sama seperti terlihat di lahan tempat kantor pemasaran berada.

Salah seorang petugas keamanan yang menolak menyebut identitasnya membenarkan, lahan tersebut bakal dijadikan lokasi pembangunan rumah DP Rp 0. Namun, kata dia, hingga saat ini memang belum tampak persiapan apapun di lahan tersebut. "Ya, memang benar ini tempatnya. Tapi, belum ada aktivitas pembangunannya. Dengar-dengar awal 2018 nanti baru mulai dibangun," kata sang petugas keamanan saat ngobrol.

Katanya lagi, aktivitas di lokasi tersebut pun sudah lebih dari sebulan vakum, termasuk kantor pemasaran Apartemen Pondok Kelapa Village. Dia dan rekannya ditugasi pihak perusahaan untuk berjaga di lahan tersebut. "Siapa tahu ada konsumen yang datang bertanya soal apartemen," jelasnya.

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan membenarkan akan ada pembangunan rumah ver­tikal DP Rp 0 di lokasi tersebut. Namun, lahan yang digunakan hanya sebagian dari keseluruhan lahan.

"Kami punya lahan 3,6 hek­tare di sana. Seluas 1,3 hektare akan dibangun untuk program DP Rp 0 itu, dengan perkiraan dua tower dan 700 unit hunian. Bisa lebihlah dari 700," kata Yoory.

Terkait status kepemilikan Apartemen Pondok Kelapa Village, sambung Yoory, nanti­nya lahan 3,6 hektare tersebut akan dibagi menjadi dua, yakni untuk komersial dan untuk rumah DP Rp 0. Status pem­bangunan apartemen tersebut di­lanjutkan setelah kerja sama dengan pengembang PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT) tidak mampu membangun proyek tersebut.

"Pondok Kelapa Village untuk komersial. Kemungkinan kami ganti partner kerja sama supaya dapat terbangun segera. Nanti DP Rp 0 di luar areanya aparte­men. Termasuk nanti konsumen PT GUT akan kami urusi kar­ena itu tanggung jawab kami," ucapnya.

Yoory menambahkan, rumah DP Rp 0 rencananya akan mulai dibangun awal 2018. "Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa mulai dengan pilot project pertama di Pondok Kelapa," ujarnya.

Rumah dengan DP Rp 0, lanjutnya, akan dibangun secara vertikal, seperti apartemen. Rumah itu tidak bisa dibangun dengan rumah tapak karena keterbatasan lahan di Ibu Kota. Dana untuk pembangunannya pun, kata dia, berasal dari ang­garan PD PSJ.

"Jadi, harus vertical housing. Mudah-mudahan target kami 2018 awal sudah bisa ground­breaking. Rumah dengan DP 0 di Pondok Kelapa akan dibangun menggunakan anggaran internal PD PSJ," tuturnya.

Terkait pembiayaan rumah DP Rp 0, Wagub Sandiaga Uno men­gatakan, ada pihak yang telah menawarkan kepada Pemprov DKI Jakarta mengenai pola pem­biayaan program rumah DP Rp 0. Pola pembiayaan yang diusulkan adalah berbasis syariah.

"Ada yang menawari kemarin, Munas Masyarakat Ekonomi Syariah. Mereka menanyakan apakah mungkin mereka ikut membiayai dari sisi non-pemer­intah," ujar Sandiaga.

Dia mengatakan, saat itu Munas Masyarakat Ekonomi Syariah telah memaparkan kon­sep pembiayaan dengan pola berbasis syariah. Meski demiki­an, Sandi belum dapat menjelas­kan secara detail terkait konsep pembiayaan tersebut.

"Mereka mendorong dan saya pikir konsep ini perlu dicermati oleh Pak Agustino dari Dinas Perumahan maupun Ibu Sri dari Dinas Perekonomian, apakah mungkin ini kita lepas ke tim teknis," kata Sandi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melakukan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas sistem pembiayaan program rumah susun sederhana milik (rusuna­mi) DP Rp 0. Namun, Sandi be­lum dapat memastikan, apakah sistem pembiayaan tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan program itu.

"Intinya membicarakan ru­mah DP Rp 0 tentang alternatif pembiayaannya. Salah satu pembiayaan yang ditelaah ada­lah pembiayaan yang berbasis syariah," jelasnya. ***

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya