Berita

Youtube/Net

Dunia

YouTube Siapkan 10 Ribu Staf Jadi "Polisi" Konten Ekstrimis

SELASA, 05 DESEMBER 2017 | 09:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Google akan mengerahkan 10.000 stafnya untuk menjadi "polisi" dengan tugas memburu konten ekstremis di platform YouTube-nya. Langkah ini diambil menyusul kritik baru-baru ini mengenai perkembangan konten ekstrimis di platform tersebut.

Chief Executive YouTube Susan Wojcicki mengakui bahwa "aktor jahat" telah menggunakan situs web tersebut menyesatkan, memanipulasi, melecehkan atau bahkan menyakiti.

Wojcicki mengklaim bahwa perusahaannya telah mengembangkan teknologi "pembelajaran komputer" untuk mengidentifikasi video ekstremis, dan itu juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi konten yang mempertaruhkan keamanan anak-anak.


"Kami akan melanjutkan pertumbuhan tim kami, dengan tujuan membuat jumlah total orang di seluruh Google bekerja untuk menangani konten yang mungkin melanggar kebijakan kami menjadi lebih dari 10.000 di tahun 2018," jelasnya seperti dimuat Channel News Asia. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya